Asapmu, Dukaku

0
224
RiauAktual.com

(Puisi-Puisi Anggota Forum Literasi Santri (Frasa) PP. Annuqayah Lubangsa Putri)

Madah Negeri Asap

kami tahu yang menyeramkan langit

tiadalah disebabkan ketekunan uap

bara puisi jiwa-jiwa kami

yang senyala garang matahari

setitik demi setitik percik api

menikam ubun-ubun,

memusar raga hutan

 

halaman sekolah dan rumah

diaduk-aduk kabut,

dilambai-lambai sansai

tinggal sebidang tanah

berkuntum kembang-kembang asa

meriap semerbaknya.

 

pabila gerumbul kabut itu ricuh,

hendak pecah ke singapura,

ke malaysia atau tingkap-tingkap

negara sebelah

selalu luka dada kami

sebab berbagi bukanlah dengan gelegak perih

 

hanya ke dalam puisi

nyeri kesiur hati

bernyanyi-nyanyi lirih

“maafkan kami, maafkan kami”

LK, 08 September 2019

Ibna Asnawi, lahir di Sumenep, 07 November 1996. Sedang mengaji di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Putri Guluk-guluk Sumenep Madura. Dapat ditemui di: Ibna Asnawi (Facebook) dan [email protected]

Di Riau

Udara yang putih

Sesak di mata

Perih di dada

 

Riau di kepala

Kabut di angkasa

 

Pada doa-doa

Segeralah sampai

Damailah Riau.

Annuqayah, 08 September 2019

Ulfade,  lahir di Sumenep dengan nama Maria ulfa, 19 september 2001, santri PP.Annuqayah Lubangsa Putri, merupakan mahasiswi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA). Aktif di Forum Literasi Santri (Frasa) Kompas PASRA, PMII angkatan GARUDA, LPM Dinamika. Bisa di temui di [email protected] dan Ulfade (facebook).

 

Riau, Semoga

Indonesia satu dalam semboyannya

Satu tubuh dengan seperangkat luka yang menyekujur

Aku ingin menjadi mulut dari tubuh itu

Satu bagian saja terluka, aku yang menjerit mengaduhkan

Agar segala mendengar

 

Dan untuk Riau, yang barangkali organ dalam tubuhmu

Aku adukan kau pada Tuhan di sepertiga malamku.

 

Annuqayah, 7 September 2019

 

Teruntuk Riau

Tuhan mengecupku di kening mimpiku

Ia bertanya; adakah aku ingin sesuatu?

Aku tersenyum hingga kedua mataku menyipit haru

Kujawab; Tuhan, cakrawalaku dangkal

Jangan semakin kau tengggelamkan

Dengan menutup Riau

Lalu Tuhan kembali mengecupku.

Annuqayah, 8 September 2019

Qoiro Basyir, santri di PP. Annuqayah  Lubangsa Putri  Guluk-guluk Sumenep.  Lahir di Sumenep pada tanggal yang sama dengan kelahiran Dewi sartika. Mahasiswa Ushuluddin Instika Guluk-guluk Sumenep. Sedang bergiat di Frasa Lubangsa Putri dan Ajmi Iksaputra. Dapat ditemuui di IG Qoirobasyir.

Kepada Riau

Riau,

Kabar duka terdengar

Hinggap ditelinga, mengendap dihati

Kami bersedih mendengar rintikmu

Kami berdoa melihat asap melayang-layang

;semoga tak terulang lagi

Mata kami basah mendengar letusan

Serupa suara paling nyaring ditelinga

Riau,

Tetaplah tenang

Sebab yang maha segalanya masih tentu mendengar pintamu

 

Annuqayah 2019

 

Di sana Kalian

Jika kami bahagia

Kalian di sana berduka

Kami di sini bertepuk tangan

Sedang kalian di sana berpangku tangan

Bersedih, merintih, hati kian getir

Cemas berkecapung dengan layang-layang asap

Bukan lagi petasan, emlainkan letusan

Gunung-gunung yang kalian dengar

 

Annuqayah 2019

Silvana Farhani, kelahiran Sumenep, 25 Oktober 2001 di sebuah Desa Panagan Gapura Sumenep. Salah satu siswa MA 1 Annuqayah Putri sekaligus nyantri di PP. Annuqayah Lubangsa Putri. anggota Forum Literasi Santri (FRASA), Kompas Gapura, Supernova Ikstida dan bisa dihubungi melalui surel [email protected]

Nasib

 

Nyawa bumi di ujung tanduk

Menikam cinta membutakan harapan

Maut meraung mencekam keberanian

Inilah hasil dari ulah tangan

Tangan-tangan kotor tanpa kejujuran

 

Udara pagi, tak

Menghijau lagi di daun-daun mahkota pohon

Semua kabut kelabu

Meracuni hidung

Meringkuk ricuh dalam kalbu

 

Oh Tuhan,

Hidup mereka tak lagi tenang

Merasa terpenjara di tempat tinggal

 

Annuqayah, 7 September 2019

 

Duka pasti

Duka di bumi dan raut langit

Asap putih udara debu mematikan

Menitikkan air mata kekhawatiran

Hingga debu menjadi akhir

Dari semua yang masih ada

Atau malah mengalir

Lewat selaput darah?

 

Sedang manusia tak pernah tahu

Kapan bencana akan bertamu

Kemudian berlalu

Atau malah selalu

 

Dukanya duka pasti

Yang melipat mimpi

Dan cinta sejati

 

Annuqayah, 8 September 2019

Erliyana Muhsi, Santri Annuqayah Lubangsa Pi sekaligus Mahasiswa Prodi PIAUD INSTIKA, anggota aktif Frasa Lubangsa Putri, LPM Dinamika Instika, Alumni PP. Al-IN’AM dan PP. Darul Falah. Beralamat di: [email protected]

Angin

Kepulan asap, pekat nan gelap

Kerontang dan panas

Ayam jago merah gagah melahap

Habis tak bersisa

 

Siang hari macam malam hari

Mencipta tangis, melenyapkan tawa

Dan melelapkan tupai

Hingga tak tahu kapan ia

Akan membuka matanya kembali

 

Aku ingin berbagi tangis

Bersama angin do’a kukirim

Agar lekas terbebas

Dari kepulan asap panas

Dan tak merambat

Pada tanah rerantau itu

 

Anginku adalah

Akan segera menjadi anginmu

 

Annuqayah 08 September 2019

 

Duka Riau

Dukamu adalah dukaku

Sebab aku adalah saudaramu

Saudara kesatuan

Darah daging Indonesia

 

Izinkanku menjadi burung

Yang tiap hari berkicau

Berdo’a kepada Tuhan

Atas segala kesusahan

Agar segera dihilangkan

 

Izinkan pula kujadi angin

Ingin kutiup segala kabut kegelapan

Supaya engkau, saudaraku

Tentram serta damai

 

Mata jernih memandang

Hidung leluasa bernafas

Dan supaya lekas terbebas

Annuqayah 08 September 2019

Dee Kayisna. Lahir pada tanggal 22 Desember 2001 di Jember. Santri aktif Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-guluk Sumenep Madura asal Jember. Berproses di Forum Literasi Santri (Frasa) Lubangsa Putri. Masih menjadi siswa MA 1 Annuqayah Putri jurusan Ilmu-Ilmu Keagamaan..

 

Duka Ia Asapnya

Banyaknya yang berduka

Sesepuhpun pundaknya berduka

Bocah-bocahpun meriak menangis

Asap apa yang tak pernah tebal?

Awan biru yang tak menampakkan dirinya

Hitam lumut yang menjadi lara

Segaris hujan pun tak pernah ada

Satu tetes pun tak ada

Duka adalah tetesan dari mata ia

 

Annuqayah, 7 September 2019

 

Asap Kabut

Tak pernah terhitung garis doa ditangannya

Semiris luka dikabut asap

Ia merantau namun sedihnya meriak di tanah sana

Selepas mengiya-iyakan tak terlepas dari teriakannya

Kaburnya tak menentu

Jika hitam adalah selimutnya

Waktu pun lelah menorehkan hujan tak kunjung datang

Annuqayah, 8 September 2019

Isfa Umamah, lahir di Grujugan Gapura Sumenep pada 03 Januari 2004. Siswi IPS MA 1 Annuqayah Putri Guluk-guluk. Santri aktif Lubangsa Putri. Bergiat di Frasa, Supernova Ikstida dan Kompas Pasra. Akun fb, dhee Fhamaa

 

Duka Riau Bukanlah Candu

Riau, hatiku pilu nan galau

Asap ini kian merantau

Dengan cuaca yang kemarau

Hutan pun tak berani untuk kembali bergurau

Sebab matahari yang panas serta silau

Menjadikan Riau tak lagi memukau

Masyarakatnya semakin parau

Karena suasana sangat kacau balau

Oh Riau,

Pintaku selalu keselamatan untuk engkau

Agar kita masih bisa bertemu dan kita tak lagi merindu

 

Annuqayah, 8 September 2019

Dhiah Joe, bernama asli Fardhiah Febriyani lahir di Pamekasan 28 Februari. Alumni SMP Negri 1 Pasean. Saat ini menempuh pendidikan di MA 1 Annuqayah Putri Jurusan Bahasa. Santri PPA Lubangsa Putri, bergiat di Frasa. Dapat dikontak melalui [email protected]

 

Duka di Bulan Agustus

I

Angin yang berhembus dengan kecepatan tinggi

Kepulan asap yang berhambur ke segala arah

Korban pun tergeletak di mana-mana

 

II

Kami adalah batu yang tak bisa membantu

Tubuh kami beku

Saat bisikan burung semakin mengeras

Doa dan air mata yang menjadi saksi bisu

 

III

Duka di bulan agustus kemarin

Mengajari kami fananya kehidupan

Yang tak akan pernah terlupakan

Ini puisi, bukan curhatan dan bukan kesaksian

 

Mila Kamila, Lahir di Sumenep. Menempuh pendidikan di MA 1 Annuqayah Putri Jurusan Ilmu Budaya dan Bahasa. Santri PPA Lubangsa Putri, bergiat di Frasa dan Alif senansa Ikstida.

 

Duka Beribu Mata

I

Asap mengepul menjalar

Ke udara

Keresahan timbul dalam jiwa

Beribu-ribu mata mulai berkaca-kaca

Dari barat ke timur

Dari selatan ke utara

Semua orang mulai resah

 

II

Manusia hampa

Menimbulkan duka dan membekas

Di dalam dada

“ini ulah manusianya sendiri”

Kata seorang rakyat

Hingga rakyat yang lain

Menyerukan kata yang sama

 

Annuqayah, 8 September 2019

 

Duka Serantau

Ketika kisah baru muncul

Lalu menimbulkan duka

Yang larut,

“Ulah siapa Riau menjadi lara?”

Menjalar dan mengalir

Aku seperti mengambang

Dalam ingatan

Menanti secercah harapan

Demi negeri yang tenteram

Langit yang biru menjadi hitam pekat

“Ini ulah siapa?”

Annuqayah, 8 September 2019

Le LF, nama pena dari Lailiyatul Fitriyah. Lahir di desa Bungbaruh Kadur Pamekasan. Santri aktif PP. Annuqayah Lubangsa Putri. Bergiat di Forum Literasi Santri (Frasa), Sanggar al-Zalzalah Lubri, Sanggar Sareang. Jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya MA 1 Annuqayah Putri.

 

Duka Lara

Asap pekat beribu duka

Menggeluti setiap titik api menyapa

Kabut asap membuat jarak pandang

Hilang tak terlihat

Akankah semua selamat dari asap menggumpal itu?

Dalam hati masih bertanya

Tentang pemuda yang tewas terbelalai

Menerpa deklarasi sang warga

Terlihat paradigma berfakta menyusuri

Ruang hidupnya

Annuqayah 08 September 2019

Tha Dita, Lahir di Pamekasan. Menempuh pendidikan di Madarasah Aliyah Annuqayah Putri dan mengaji di PP. Annuqayah Daerah Lubangsa Putri Guluk-guluk Sumenep Madura.  Bergiat di Forum Literasi Santri (Frasa).

 

Pulaumu Tak Terlepas dari Asap

Pulaumu berasap

Tak terlihat pemandangan indah

Yang berada di sana

 

Pulaumu penuh dengan asap

Yang di dalamnya banyak orang kesusahan

 

Pulaumu penuh dengan asap

Dan kalau ada yang menghirupnya terlalu banyak,

Akan membahayakan

 

Annuqayah, 8 September 2019

 

Di sana Makin Parah

Aktifitas tetap biasa

Tapi, bermacam masker yang

Dipakai itulah yang tidak biasa.

Dan itu wajib untuk masyarakatnya

 

Sekolah menjadi diliburkan

Dan anak-anak jadi

Ketinggalan pelajaran,

karena udara yang tak menyehatkan

sesuatu apapun hanya

seperti bayangan

 

Annuqayah, 8 September 2019

Fajriyatur Rahmah, lahir 26 Maret 2007 di Sumenep. Menempuh pendidikan di MTs 1 Annuqayah dan santri di PP. Annuqayah Daerah Lubangsa Putri Guluk-guluk Sumenep Madura. Bergiat di Forum Literasi Santri (Frasa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.