Iksaj

Sejarah

Organisasi IKSAJ merupakan perhimpunan anak Jawa yang berdomisili di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Organisasi IKSAJ merupakan suatu peralihan nama perhimpunan anak  Jawa dari berbagai nama perhimpunan sebelumnya. Diantara perhimpunan yang sudah ada sebelumnya yaitu SANTIKA (Santri Tiga Kabupaten), merupakan sebuah perhimpunan santri yang berasal dari daerah Jember, Banyuwangi dan Situbondo. Dan AKBAR 88 merupakan nama perhimpunan dari anak Jawa yang terakhir sebelum Organisasi IKSAJ.

Namun sebelum peralihan nama perhimpunan dari AKBAR 88 menjadi IKSAJ, anak Jawa tidak memiliki perhimpunan sekitar 2 tahun lamanya. Sehingga kisaran pada tanggal 06 Agustus 1996, seorang santri yang bernama Moh. Holil Syarqawi menyempatkan diri mengajak beberapa santri yang berasal dari Jember, Bondowoso, Situbondo dan sekitarnya berkumpul pada malam hari dan berembuk untuk membuat perhimpunan kembali sebagai wadah untuk menampung kreatifitas dari anak Jawa. Sehingga mereka mendapat sebuah kesimpulan untuk memberi nama perhimpunan itu dengan nama Organisasi Ikatan Santri Annuqayah Jawa (IKSAJ).

Visi

Bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuan serta komitmen atas perjuangan menegakkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Misi

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
  2. Melaksanakan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan perseorangan dan bermasyarakat.
  3. Mengembangkan potensi organisasi.
  4. Memupuk rasa persaudaraan dan kasih sayang antar anggota, demi terciptanya persatuan dan kesatuan IKSAJ.
  5. Membangun arti pentingnya pendidikan dalam membentuk kepribadian muslim sejati.
  6. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang lainnya sesuai dengan asas dan tujuan organisasi.