Isarat

Lambang Isarat

Sejarah

Sejak berdirinya pondok pesantren Annuqayah, tahun 1887 sampai sekarang, telah banyak melahirkan orang-orang yang dibutuhkan di masyarakat baik dari segi ilmu keagamaan, perlemen pemerintahan dan orang-orang yang mempunyai jiwa organisatoris.

Hal itu terbukti pada tahun 1993 (04 oktober 1993) saat lahirnya organisasi daerah Ikatan Santri Madura Timur (Isarat) dari rahim PP. Annuqayah daerah Lubangsa sebagai wadah awal untuk mengasah bakat santri dalam bidang keorganisasian. Khususnya bagi santri yang berasal dari Madura timur, saperti dari kecamatan Kopedi, Raas, Bluto, Karduluk, Sepudi, Kangean dan Talango. Pendiri sekaligus ketua pada waktu itu Bapak Drs. Thohir, periode 1993 sampai 1995.

Sejarah berdirinya organisasi daerah Ikatan Santri Madura Timur (Isarat) tidak lepas dari pengurus seksi Pembinaan dan Keorganisasian (P2O) yang membidanginya. Dan dari beberapa inisiatif para senior ISARAT waktu itu, yaitu Bapak Drs. Thohir, Marto S.Pd.I, Yusnuyus S.Pd.I, Ilham Wahyudi AD., Fathullah S. Ag., dan Anis Gunawan S. Hum, serta para senior yang lain. Dari pemikiran cemerlang mereka ISARAT bisa tegak berdiri di tengah-tengah PP. Annuqayah daerah Lubangsa seperti halnya organisasi yang lain. Namun sebelum ISARAT berdiri, santri yang berasal dari kecamatan yang disebutkan di atas bergabung dengan organisasi IKSTIM (Ikatan Santri Timur). Namun karena terlalu banyak anggota jadi tidak kondusif dan IKSTIM pun berubah menjadi PERSAL (Perstuan Santri Lenteng), dan santri yang dari kecamatan Kopedi, Raas, Bluto, Karduluk, Sepudi, Kangean dan Talango mendirikan organisasi daerah ISARAT ( Ikatan Santri Madura Timur).

Visi

Terwujudnya pribadi muslim terpelajar, kreatif, dinamis, dedikasi tinggi dan kader pemimpin umat yang selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits serta mampu menginterpretasikan nilai-nilai Islam dalam berbangsa dan bernegara.

Misi

  1. Menggalang persatuan dan kesatuan santri.
  2. Mendekatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
  3. Mengembangkan kecerdasan dan kreatifitas dalam beragama.