Juang yang Enggan Jemu

0
132

Judul: Orang-Orang Biasa

Penulis: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka

Cetakan: Februari 2019

Tebal: 262 Halaman

ISBN: 978-602-291-542-9

Perensensi: Hikmatul Jannah*

Terlahir hidup pas-pasan bukan berarti emoh pada kehidupan. Sebab perihal sengsara tidak harus diukur seberapa jauh seseorang  mampu bertahan. Terkadang hidup akan membawa perkiraan yang tanpa duga. Seperti semboyan lama, mereka yang berjuang akan mencicipi hasil perjuangannya, sesedang apapun ukurannya. Karena manusia tidak akan pernah tahu hari esok akan terjadi apa.

            Cerita lazim seorang anak yang berjuang menggapai cita-citanya memiliki sudut yang selalu berbeda-beda. Kehidupan yang dilatari dengan kemalaratan dan ketololan dari mereka yang –pun- memiliki keambisiusan mengharapkan sesuatu menjadi cerita apik yang disodorkan dalam novel berjudul Orang-Orang Biasa (OOB) karya Andrea Hirata. Sebuah cerita perjuangan seorang anak miskin yang cerdas dan kegagalannya yang getir masuk Fakultas Kedokteran. Apalah perbandingan orang yang hanya biasa saja dengan orang-orang yang luar biasa. Dilengkapi dengan keadaan miskin, hidup menjadi teramat sengsara. kemiskinanan telah membawa keterbatasan terlampau benderang.

Sudah diketahui, kebiasaan Andrea menulis selalu mengambil cerita dari sekitar kampung halaman rumahnya, Bangka Belitung. Seperti trilogi Laskar Pelangi, Padang Bulan, Ayah, Sirkus Pohon dan sebagian besar buku Andrea. Di dalam OOB, Andrea akan mengajak pembaca jeli terhadap kekuatan keinginan yang amat besar. Dan ini bukanlah terlahir dari orang yang luar biasa tetapi mereka yang hanya biasa. Bedanya OOB menghadirkan usaha besar dari anak itu serta orang tua si anak. Sekalipun nyaris, kemiskinan dan keterbatasan pengetahuan menghelat.  Selain menyuguhkan perjuangan yang lumayan pelik, menarik, pun  menggelitik. Andrea dengan pandai juga menyisipkan kejadian berteka-teki, Sulit dijelaskan dan dipercayai namun begitulah adanya.

Demikian, cerita OOB yang ditulis oleh Andrea mampu mengajarkan banyak hal. Utamanya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang di dalam menggapai segala sesuatu yang diinginkan. Selagi usaha menggebu maka tidak ada yang pernah tabu. Terakhir, pada halaman depan dari novel OOB, Andrea memberikan catatan kecil bahwa “Mereka yang ingin belajar, tak bisa diusir”.  Sekali waktu belajar dengan tekun menjadi  tempat melintas menggapai harapan-harapan.


*Pustakawan PP. Annuqayah Lubangsa Putri dan Mahasiswa Instika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.