LUBRI; FOR BETTER FUTURE

0
551

Perkenalkan, saya Faizatin. Nama sekaligus doa di event-event perlombaan lokal di Pondok Pesantren Annuqayah dalam bentuk password Lubangsa li al-Banat, “Kunna Faizatin Akhwat fiddun-ya wal akhirah… wakullu tilka yahtaju ilat tadhhiyah…” (ditulis dari bahasa lisan yang apa adanya).

Saya, adalah bagian kecil dari pondok pesantren yang luar biasa sekali, bernama Annuqayah Lubangsa Putri. Mondok sejak tahun 2014 sampai saat ini, membuat saya tidak hanya belajar untuk mengurus diri sendiri tapi juga diajari bagaimana mengurus orang lain. Maka dari itu, saya pikir saya butuh keterampilan.

Lantas, keterampilan apa yang patut saya banggakan sebagai kemampuan diri di tengah-tengah kekayaan yang sangat luar biasa ini? Jika boleh saya bercerita tentang betapa luar biasanya Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, maka tanpa paksaan silahkan simak barang sejenak cerita di bawah ini.

Lubangsa Putri, adalah salah satu komplek atau jika ini adalah sebuah tulisan ia merupakan anak judul dari induk judul bertajuk Annuqayah. Lubri, begitu sapaan akrabnya, adalah pondok pesantren yang berdiri di atas hamparan tanah ± 1 hektar, yang di dalam pembangunannya para pendiri mempunyai pedoman “ada santri, asrama jadi” bukan “Asrama jadi, santri masih dicari”. Jadi dari ini cukup jelas bahwa Lubri dibangun berdasarkan asas kebutuhan bukan sekedar keinginan.

Lanjut cerita, sejak tahun 1983 hingga saat ini, 2018, Lubri setidaknya memiliki fasilitas yang secara umum bisa dibilang cukup, cukup nyaman, cukup aman, dan cukup paham terhadap keberagaman santrinya, mulai dari keberagaman keluarga, ekonomi, budaya, dan rasa. Dari keberagaman ini, Lubri membingkainya dalam satu kemasan bertajuk Organisasi Daerah Lubangsa Putri. Maka, dari sini sangat bisa dinilai bahwa Lubri dalam pelaksanaannya berasaskan Kebhinnekaan bukan perorangan atau individual. Cita rasa boleh beda tapi kemasan tetap sama, PP. Annuqayah Lubangsa Putri. Nasi boleh beda tapi nampan tetap sama. Maka jika Anda bermasud untuk mencari santri lokal dan inter-lokal makan besar dengan hanya satu nampan? Monggo, disini tepatnya.

Sedikit lagi tentang Lubri, bahwa ia selalu menjaga roda kendaraannya agar tetap bisa melaju di sepanjang perjalanan kehidupan, boleh jadi sekali-kali roda itu bocor, bahkan kempes, tapi hal itu tidak pernah diendapkan, “segera atasi masalah, agar masalah tidak menambah masalah”. Maka dalam sekejap ia bangkit dan mengejar ketertinggalan. Ilustrasi ini yang saya pakai untuk mengatakan bahwa Lubri selalu manjaga i’tikad manhaji Ahlussunnah wal Jama’ah yang bertajuk “al-muhafadzah ‘ala qadim al-shalih, wal akhdzu bi al-jadidil ashlah.” Jadi, saya pikir Lubri tidak hanya melaksanakan kefarduannya sebagai pesantren yang berusaha mengobati penyakit santrinya dari KUMAN; Kurang Iman, tapi juga penyakit santri yang disebabkan oleh KUDET; Kurang Update. Begitu kira-kira.

Cerita terakhir tentang Lubri di season pertama ini, bahwa ia adalah pesantren yang kaya. Kaya akan do’a karena shalat jama’ah yang dipimpin langsung oleh pengasuh putri, kaya akan barokah karena masih tertanam dengan kuat pedoman Santri Mengabdi; jadi jangan tanya gaji duniawi, tapi tanya gaji ukhrawi. Pun kaya akan potensi, dari 100 sekian santri jangan ditanya berapa persen santri yang memiliki bakan yang luar biasa, 100% keseluruhan santri Lubri punya potensi yang luar biasa sekali, dari semuanya itu ada yang sudah sangat terlihat, ada yang masih baru terlihat, dan ada juga yang masih akan terlihat.

Maka sementara ini saya berpikir bahwa keterampilan yang bisa saya munculkan dan boleh jadi saya gunakan adalah “ide”. Ide-ide konstruktif untuk memberdayakan potensi Lubangsa Putri, hingga menjadi mahakarya pesantren yang mampu mengintegralkan dan mengaptasikan warisan ide dan potensi Zaman Old dengan suguhan ide dan potensi Zaman Now untuk kemudian menjadi LUBRI FOR BETTER FUTURE… Maka, adakah yang bersedia menjadi partner saya? jika ada, saya tidak akan meminta dan mengajak untuk sekedar LIKE atau SHARE tapi Mari Munculkan Ide Konstruktif dan Lakukan Gerakan secara Massif.

Mungkin, sekian perkenalan dan orasi nasionalis tentang Lubri(Ku), saya terima sapaan dan pujian untuk Pondok tercinta, PP. Annquayah Lubangsa.

Ini hanya tulisan sederhana untuk membahas Annuqayah Lubangsa Putri yang luar biasa. Jadi mohon maaf atas kesederhanaan bahasa yang apa adanya, karena seperti yang saya katakan, ini hanya tulisan sederhana.

Terimakasih,


Penulis: Faizatin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.