22 Rabi’u Al- Tsani

0
283
Foto: Iskandar Yunhan Art @iskandar_Yunhan_art instagram.

Puisi Abdul Warits*

22 Rabi’u Al- Tsani

; Drs. K.H. A. Warits Ilyas

 

Tak urung aku menghitung rakaat februari yang sepi

Bertanggal ihwal duka juga aroma rekah berbunga jiwa di taman surgawi

Di antara batu-batu nisan yang bungkam

Menelusup ruh-ruh sepanjang persimpangan jalan pulang

Di penjara ini, aku termangu pada petuah ibu dalam sujudku

Melepas kepergianmu di lintas waktu

Karena aku rindu perihal peristiwa yang membeku dalam sukma tubuhku

Di setiap sepersekon detak siang juga malamku yang sunyi

;tanpamu yang merantau ke singgasana ilahi rabbi.

 

Sementara, ayat-ayat Tuhan kuseduh pekat bersama dentum langit muram

Menyeka tangis dalam ritmis sendu

Sebagai perwakilan hati seorang tawanan

Yang menggenggam suara parau dalam penjara tangis

 

“Turut berbelasungkawa atas kepergianmu, wahai kekasih jiwa”

 

Kendati kusam tanganku tak mampu merapal do’a kepuncak harap

Maka, sumbanglah hatiku sengsara

Untuk merestui sumpah yang berderu di bentang kalbu

Menapaki jejak di perak istiqamah-mu

Agar riuh doa bergemuruh sepanjang kemarau panjang

Sampai pada klimaks Tuhan

 

Annuqayah, 2015

*Puisi ini pernah dimuat di Majalah Muara tahun 2015.

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak