Akhir Sanah 2018, Berlangsung Meriah

0
705
K. Mohammad 'Ali Fikri memberikan kenang-kenangan kepada KH. Amin Rifqi, Jum'at (11/5/18)

Lubangsa_ (11/05/2018), Mengakhiri tahun pelajaran 2017-2018 M, Pengurus PP. Annuqayah daerah Lubangsa melaksanakan kegiatan Akhir Sanah yang diformat dengan pengajian umum (mauidzah hasanah, red) yang bertempat di halaman Masjid Jami’ Annuqayah. Selain untuk memberikan pencerahan kepada seluruh santri Lubangsa, kegiatan ini juga dalam rangka memberikan apresiasi kepada santri yang berprestasi dalam dunia akademik maupun non-akademik. Prestasi non akademik seperti terajin dalam mengikuti amaliyah shalat berjamah sedangkan untuk akademik seperti beberapa prestasi yang dicapai oleh santri di Madrasah Diniyah selama mengikuti proses belajar mengajar (KBM) selama satu tahun.

Hadrah Nurul Fatah saat penampilan Pra Acara Haflah Akhir Sanah 2018

Acara ini dibuka langsung dengan penampilan Hadrah Nurul Fata dan Al-banjari Nurul Fata. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh saudara Khairur Rofiki. Berlanjut kepada penanugerahan santri teladan Madrasah Diniyah Baramij At-Tarbiyah Wa Ta’lim. Siswa teladan marhalah Ula (Mts sederajat, red) diraih oleh Ahmad Fuadi, santri asal Basoka Rubaru Sumenep. Sementara, untuk marhalah Wustha (MA Sederajat) diraih oleh Moh. Rifdi, santri asal Pademawu Pamekasan.

  1. Muhammad ‘Ali Fikri dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih yang sebesarnya kepada para asatidz Madrasah Diniyah, undangan, dan perwakilan tetangga sekitar PP. Annuqayah Lubangsa telah berkenaan hadir pada acara akhir sanah tahun ini. Ceramah umum keagamaan disampaikan oleh K. Amin Rifki dari Pamekasan. Beliau menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan menjadi seorang santri yang berdiam di pesantren. Salah satunya berkaitan dengan konsep barokah, yang menggambarkan pencapaian barokah santri dulu atas tingginya rasa loyalitas pada sang kiainya. Namun, menurut beliau pemikiran santri sekarang sudah mengalami pergeseran pemikiran seiring perkembangan zaman. Kemudian, beliau tersanjung dengan PP. Annuqayah sebagai salah satu pondok pesantren yang masih kukuh menerapkan konsep Al-Muhafadhatu Ala Al-Qodimis shalih wal Ahdu Bil Jadid Ashlah yang komplet dan komprehensif.
Santri Lubangsa Menyimak dengan Tenang Ceramah Agama.

Lebih penting lagi, beliau (K. Amin Rifqi, red) mengajak santri menjaga budaya pesantren sebagai education center (pusat pendidikan), seperti konsep barakah yang jarang didapatkan di luar pesantren. Beliau juga mengungkapkan perlunya para santri menguasai  segala disiplin ilmu. Akan tetapi, meskipun menguasai berbagai bidang ilmu, lebih lanjut K. Amin Rifki menganalogikan perkataan Imam Malik Kepada Imam Syafi’i agar menjadikan ilmu kita sebagai garam dan akhlak sebagai tepung, “lebih baik banyak tepung dari pada banyak garam, tetapi jika garam dan tepung seimbang, maka akan lebih baik” tuturnya kepada seluruh hadirin.

Setelah malam semakin larut, acara Akhir Sanah 2018 pun ditutup dengan pembacaan doa oleh K. Qusyairi.


Penulis : Abd. Malik

Editor : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak