AL-MIFTAH LIL AL-ULUM;

0
479

Metode Kitabiyah Pesantren Sidogiri untuk Lubangsa

Lubangsa_Pada hari libur kemarin (22/09) tepat pada hari Jum’at pagi, terlihat seluruh pengurus dan anggota Darul Kutub Lubangsa (DKL) berbondong-bondong berkumpul di Aula Lubangsa.

Pemandangan hari itu tak seperti biasanya, setelah ditanyakan kepada Muayyasi selakau Mudir Dinyah, mengatakan ada program baru yang mereka helat yaitu pelatihan Metode al-Miftah Li al-Ulum yang dilaksanakan DKL. Pelatihan tersebut mendatangkan dua orang tutor dari Sidogiri, Al-Ustadz Qumri Rahman dan Al-Ustadz Moh. Ikhlash. Menurut mantan ketua DKL itu, kegiatan Metode al-Miftah Li al-Ulum bekerjasama dengan salah satu alumni PP. Sidogiri yang berpengalaman menggunakan metode kitabiyah ketika masih mondok. “Iya, mereka adalah alumni Sidogiri yang sudah mahir dalam bidang kitabiyah,”katanya.

Ayas berharap besar dengan adanya pelatihan Metode al-Miftah Li al-Ulum PPA. Lubangsa, lebih khusus kepada santri yang bermukim di DKL bisa mempermudah dalam belajar dan membaca kitab.

Hadir pula Kasi Pendidikan, Pengajaran dan Pengembangan Keilmuan  (P2PK), menurut Maswari seluruh anggota dan pengurus DKL sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh alumni Sidogiri tersebut.  “Kitab yang digunakan untuk metode kitabiah ini ialah Al-Miftah, itu kitab yang memang digunakan untuk pelajar kitab tingkat pemula. Sebenarnya, pelatihan ini bukan diadakan oleh pengurus P2PK, tapi diadakan oleh pengurus DKL sendiri yang meminta rekomendasi terlebih dahulu kepada pengurus P2PK, dan hal itu disambut dengan respon yang sangat positif, karena sebelum-sebelumnya belum ada unit di Lubangsa yang mengadakan pelatihan kitabiyah seperti itu,” katanya.     

Menurut Maswari tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mendapatkan ijazah langsung dalam mempelajari kitab Al-Miftah tersebut. Menurut salah satu pembicaranya, Al-Ustadz Qumri Rahman mengatakan bahwa metode kitabiyah dengan menggunakan kitab Al-Miftah itu memang digunakan oleh santri pemula di Sidogiri, “kitab Al-Miftah ini sebenarnya merupakan kitab yang memuat metode mempermudah dalam membaca kitab, kalau di Sidogiri kitabAl-Miftah ini di pelajari selama delapan jam setiap hari, dan bagi lembaga lain yang menerapkan metode ini Sidogiri mengimbau satu jam saja yang penting istiqamah ”ujarnya kepada wartawan Lubangsa.org., ketika ditemui di sela-sela istirahat.

Lebih lanjut Al-Ustadz Qumri Rahman menambahkan, bahwa terbatasnya waktu pelatihan sehingga ia hanya bisa menerapkan bentuk pelatihan secara metodologi yang dapat dikembangkan dengan otodidak oleh DKL.

Harapan besar dari Maswari, dengan adanya pelatihan al-Miftah menjadi awal tumbuhnya insan yang mempunyai semangat dalam mempelajari kitab-kitab turats, dan menjadi bekal untuk menjadi penerus salaf Al-Shaleh.


Penulis: Sultan Manarul Hidayat

Editor: Jamalul Muttaqin    

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak