Ba’i

Oase Depan 1Judul        : Oase Keteladanan K.H. A. Warits Ilyas

Penulis     : Alumni Pondok Pesantren Annuqayah

Editor       : A. Bakir Ihsan

Penerbit   : Q-Media Yogyakarta bersama IAA Press

Cetakan   : Februari 2015

Tebal        : 132 halaman + Cover

ISBN         : 978-602-71599-2-1

Harga       : Rp. 45.000 (belum termasuk ongkos kirim)

 

“Orang mati meninggalkan nama”, begitulah pepatah mengatakan. Nama tak sekedar nama, tapi nama yang bermakna. Itulah yang terkenang bila nama KH. A. Warits Ilyas disebutkan. Dari nama ini mengurai banyak makna. Buku ini adalah monumen atas ragkaian makna di balik  “nama” beliau.

Buku kumpulan kesan-kesan keteladanan ini merupakan ikhtiar untuk merawat memori makna yang melekat pada sosok beilau sebagai kiai, tokoh masyarakat, politisi, dan selaksa identitas atas peran yang ditekuninya. Karenanya banyak hal yang bisa dikaji dan diresapi berdasarkan pengalaman yang dirasakan langsung oleh para santrinya. Tentu setiap orang punya cara dan sudut pandang dalam memberi makna. Dengan merangkumnya dalam sebuah buku, keragaman sudut pandang menjadi sisi yang semakin menyemarakkan ragam keteledanan yang beliau tebarkan selama ini.

Karena buku ini tak sekedar ungkapan pengalaman, maka membaca buku ini adalah titik awal untuk menemukan oase di tengah krisis keteladanan. Menghidupkan keteladanan beliau dalam sikap dan perilaku kita merupakan bentuk cinta sekaligus doa yang tak putus mengaliri masa.


 

Inspirator 1Judul        : Drs. KH. A. Warits Ilyas Inspirator dan Guru Umat

Penulis     : Ach. Taufiqil Aziz

Penerbit   : iQ-Media Surabaya

Cetakan   : Januari 2015

Tebal        : 168 halaman + Cover

ISBN         : 978-602-715-993-8

Harga : Rp. 35.000 (belum termasuk ongkos kirim)

 

Drs. KH. A. Warits Ilyas adalah ulama intelektual yang senyatanya. Kehidupan beliau, dari pandangan, sikap, hingga perilaku sarat dengan keluhuran yang merepresentasikan nilai-nila profetik. Keistiqomahan beliau tidak perlu diperdebatkan lagi. Selain itu, beliau sangat dikenal dengan kedisiplinannya. Satu hal lagi yang niscaya untuk diteladani adalah penampilan beliau yang selalu rapi. Tentu masih banyak nilai-nilai keluhuran lain yang perlu kita kenali, dan kita bumikan dalam kehidupan kita –jika tidak semuanya- yang belum diketahui masyarakat luas. Karena itu, kehadiran buku karya ini menjadi sangat penting untuk mengeal, menyebarluaskan dan mengamalka segala kebaikan, kearifan, dan keluhuran dalam kehidupan beliau. Selamat membaca! (Prof. Dr. H. Abd. A’la, MA., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)

Kiai Warits itu alim. Memiliki ilmu seorang ulama. Beliau punya hikmatul hukama’, semacam kearifan atau hal-hal yang bijak, yang tidak hanya bicara halal dan haram, boleh dan tidak boleh, setuju atau tidak setuju, tapi ada sesuatu yang lebih dari itu. Beliau punya prinsip, kalau ada orang yang berbeda pandangan dengan beliau, beliau tidak mempersoalkannya. Itulah kearifan, dan kebijakan. Selai tu, beliau juga ngerti politik. Jadi, Kiai Warits mempunyai tiga hal itu. Secara pribadi, beliau berjuang sepanjang hidupnya. Beliau berjuang untuk umat, ngurus pesantren, tidak foya-foya, hidupnya ngopeni, membimbing umat, dan hidupnya hanya untuk umat. Ini suatu hal yang luar biasa dari beliau. (Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur)

Kiai Warits adalah pejuang Aswaja sejati. Santri kalau ingin mengerti tentang Aswaja, tidak perlu membuka kitab. Cukup dengan melihat segala aktivitas Kiai Warits, mulai dari amaliah, kesantunan, akhlak, dan semua sisi tentangnya. (KH. Muhyiddin Abdusshamad, Tokoh NU Jawa Timur)

Tiga hal yang harus terus dilanjutkan oleh seluruh santri dan umat Kiai Warits, yakni kesalehan pribadi, kesalehan sosial, hingga kesalehan politik. (Drs. RP. KH. Mujahid Ansori, Politisi PPP)