Bentuk Sikap Nasionalisme KKN-DR Instika 2020, Kenalkan Nama-Nama Syuhada’ Annuqayah kepada Santri Baru

0
117
K. Irfan menyampaikan materi tentang refleksi kemerdekaan di maqbarah selatan. (Foto: KKN-Instika 21)

Lubangsa_Panitia kelompok KKN-DR (Kuliah Kerja Nyata-dari Rumah) Posko 21 merealisasikan program kerjanya berupa refleksi perjuangan masyayikh PP. Annuqayah bersama sebagian santri baru PP. Annuqayah daerah Lubangsa yang bertempat di Maqbarah Selatan Jum’at malam (20/08).  Kegiatan ini merupakan program unggulan dari panitia KKN-DR Posko 21.

Lukmanul Hakim selaku ketua KKN-DR Posko 21 saat ditemui sebelum acara dimulai menjelaskan tujuan acara ini dilaksanakaan,“tujuan kegiatan ini adalah sebagai salah satu pendorong untuk mengenang jasa para syuhada’ khususnya  di PP. Annuqayah,”ungkapnya.  

Selain itu, santri asal Lembung Barat Lenteng itu juga menambahkan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan sikap nasionalisme serta memberikan pemahaman dengan mengadakan kajian yang komprehensif tentang pahlawan kemerdekaan Indonesia sesuai dengan sejarah yang terjadi dan bagaimana peran masyaikh PP. Annuqayah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 Kegiatan ini diformat dengan bentuk penyajian seputar rekam jejak perjuangan para masyayikh PP. Annuqayah. Panitia mendatangkan K. Ahmad Irfan bin Abdul Adhim selaku keturunan Bani Syarqawi Guluk-Guluk. Pada pukul 20.00 WIB acara seremonial resmi dimulai dengan pembacaan surah al-Fatihah oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan penyajian oleh K. Irfan.

Dalam penyampaiannya, beliau memulainya dengan menceritakan tradisi para masyayikh PP. Annuqayah dalam mempertahankan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah,“masyayikh PP. Annuqayah terkenal sebagai sosok kiai yang terus menggaungkan dan melestarikan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) terhadap santri, alumni, dan simpatisan PP. Annuqayah,”jelas kiai yang menjadi Pengurus Biro Informasi dan Dokumentasi PP. Annuqayah tersebut.  

Lebih lengkap, beliau menceritakan dengan tuntas dan lugas jasa KH. Abdullah Sajjad dan KH. Muhammad Ilyas dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang dilanjutkan dengan pengenalan nama para masyayikh PP. Annuqayah yang dikebumikan di Asta selatan. Acara terakhir ditutup dengan pembacaan do’a berupa shalawat burdah oleh Bapak Firdausi, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 21.


Penulis : As’adi

Editor : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak