Binasaba 2016, 2 Kali Putaran

0
370

Selama satu Minggu lebih, pengurus PP. Annuqayah Lubangsa Putri disibukkan dengan pelaksanaan Bimbingan dan pembinaan santri Baru (Binasaba). Kegiatan yang diikuti oleh 234 anggota ini dilaksanakan selama 9 hari, sejak tanggal 05-13 Oktober 2016 .

Binasaba merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri baru dalam rangka memperkenalkan  seluk beluk Lubangsa Putri serta kegiatannya.  Pada pelaksanaan Binasaba ini, santri akan diperkenalkan kepada profil pesantren, kegiatan-kegiatan yang berupa kegiatan kontinuitas, tata tertib serta hal-hal mendasar yang perlu mereka ketahui sebelum benar-benar menjadi bagian dari Lubangsa Putri, seperti aplikasi dari fiqh kesaharian serta praktek-praktek akhlakul lil banat.

Kegiatan yang merupakan program dari  pengurus Harian ini mengangkat tema “Santri Istimewa: Akhlak Mulia, Otak Menyala”. Sebuah tema yang merangkum tujuan umum Santri berada di Pesantren yakni untuk menjadi yang teristimewa dengan akhlak mulia diimbangi dengan kemampuan intelektual yang mumpuni (Red: Otak Menyal).

Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Binasa periode sebelumnya, pada tahun ini Binasaba juga tidak dilangsungkan serentak  dalam satu waktu,  melainkan dilaksanakan dalam 2 kali  putaran. Jumlah peserta yang terdiri dari 234 orang itu, dibagi menjadi 20 kelompok  kemudian 10 kelompok mengikuti putaran pertama  dan 10 kelompok berikutnya mengikuti putaran kedua. Dikatakan oleh Fitri  Wikoyati, Ketua Panitia pelaksanaan Binasaba bahwa hal ini dilakukan karena untuk mendapatkan hasil maksmal dari pelaksanaan Binasaba

”Tujuan kami melaksanakan Binasaba ini dalam dua kali putaran adalah agar peserta bisa maksimal dalam setiap materi yang disajikan, mengingat peserta Binasaba tahun ini lebih dari dua ratus Orang, sedangkan daya tampung tempat pelaksaaanan kegiatan di Mushallah  hanya bisa menampung tidak lebih dari 200 orang. Jadi sangat disayangkan jika kegiatan sepenting ini tidak maksimal dalam pelaksanaannya,”ungkapnya.

Yang berbeda dengan periode sebelumnya adalah sejak periode ini Sertifikat Binasaba dijadikan syarat untuk mendapatkan fomulir alumni jika kelak santri akan berhenti dari pesantren. Sehingga dengan demikian, otomatis seluruh santri akan mengikuti Binasaba, walaupun tidak bisa pada tahun ini tetap bisa untuk mengikutinya pada tahun-tahun berikutnya.


Penulis            : Fadhilatul Aini

Editor              : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak