Dalam Waktu Dekat, P2PK Akan Realisasikan Kamar Kitab

0
328

Pengurus seksi Pendidikan, Pengajaran, dan Pengembangan Keilmuan (P2PK) Lubangsa, tahun ini akan segera membentuk Kamar Kitab atau sebuah Komunitas Pencinta Kitab Kuning. Komunitas ini hampir sama dengan Biro Pengembangan Bahasa Asing (BPBA), yang juga dinaungi oleh P2PK.

Hanya saja, menurut Moh. Khalili, Kasi. P2PK, ada perbedaan antara BPBA dengan Kamar Kitab dimaksud. Perbedaannya terletak pada pemetaan anggotanya. Jika BPBA menyatukan semua santri yang mendaftar, baik MTs maupun MA dan lainnya. Sementara untuk Kamar Kitab, antara santri yang berstatus MTs. dan MA sederajat dibedakan. Ada kelasnya masing-masing.

Oleh karenanya, lanjutnya, penempatan kamarnya pun dipisah. Untuk santri yang berstatus MTs, rencananya akan ditempatkan di Blok B/2. Sementara untuk tingkat MA sederajat, akan ditempatkan di Blok E/13 dan E/14.

Untuk rekrutmen anggota, pihak P2PK akan melakukan pendaftaran bagi yang santri yang berminat. Pendaftaran tersebut akan dimulai sejak Jumat-Senin, 19-22 Agustus 2016. “Karena kamar untuk kitab hanya ada 3, maka perekrutan anggota pun dibatasi dengan cara tes seleksi yang akan dilaksanakan setelah proses pendaftaran selesai,” jelasnya kepada Koran Lubangsa.

Karena itulah, maka nantinya, hanya 14 santri untuk tingkat MA sederajat yang bisa menjadi anggota Kamar Kitab tersebut. Sementara untuk tingkat MTs akan menerima 10 santri saja. Hal ini dilakukan, karena selain ketersediaan kamar yang masih minim, juga bertujuan untuk mengkondusifkan anggota dalam belajar di Kamar Kitab tersebut.

“Adapun materi yang akan dipelajari di setiap jenjang adalah kitab Nadzmul Maqsud dan Nadzmul ‘Imrithi. Untuk tutornya, sudah disiapkan orang yang memang ahli di bidang bada kitab, seperti Bapak Abd. Aziz, yang akan menjadi tutor Nadzmul Maqsud untuk tingkat MTs. Sementara untuk Nadzmul ‘Imrithi akan diampu oleh Bapak Khairul Umam. Selain itu, untuk tingkat MA sederajat, akan diampu oleh K. Muhsin Amir dan K. Ali Tsabit Habibi,” pungkasnya, menjelaskan.


Penulis : Khairul Umam

Editor : Abd. Muqsith

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak