Dihadiri Dua Tokoh Penyair, Andalas Bedah Antologi Puisi Terbaru

0
286
Syaf Anton Wr saat menyampaikan ulasan pada bedah buku antologi puisi "Pajjer dhari langger " Sanggar Andalas.

Lubangsa_Setelah diterbitkannya buku antologi Isyarat Gelombang II yang menghimpun silaturrahim puisi santri dan alumni pada bulan lalu, kini Sanggar Andalas kembali gelar bedah antologi tunggalnya yang terbaru dengan judul, “Pajjhar Dhari Langghar”, pada Sabtu (21/12) siang hari jam 14. 13 WIB. Dua tokoh penyair kenamaan Sumenep yakni Syaf Anton WR dan M. Fauzi dihadirkan sebagai penyaji siang itu.

Acara yang diletakkan di Aula Lubangsa tersebut dihadiri oleh para santri Annuqayah dari daerah lain dan termasuk alumni Sanggar Andalas. Dalam penyampaiannya, Syaf Antor WR sebagai penyaji pertama tidak banyak berbicara secara khusus penilaiannya terhadap antologi sanggar Andalas yang baru terbit tersebut.

“saya tidak akan membicarakan antologi ini, di mana saya cuma akan bercerita tentang sastra di Annuqayah ini. Karena bagi saya, yang lebih penting puisi itu harus sampai. Bisa dengan melalui gerakan mengawal  komunitas sastra dan sanggar sastra, menulis puisi, atau membacakan puisi,” ujar Mantan Ketua Rumah Literasi Sumenep itu.

Penyaji kedua M. Fauzi, mengutarakan banyak hal menarik ketika mengulas sastra pesantren. Mengomentari sastra pesantren, ia selalu menemukan aroma spiritualitas. “Utamanya ketika membaca puisi-puisi yang berada dalam judul antologi ini,” katanya.

Dosen sastra kampus STKIP Sumenep tersebut juga mengungkapkan bahwa menulis puisi harus dengan perasaan sakit sebagaimana rindu. Selain itu, menulis puisi harus dari sesuatu yang dekat dengan diri kita masing-masing dan jangan menunda-nunda menulis karena inpirasi itu relatif. “hal yang paling dekat adalah yang paling dahsyat,”pungkasnya.


Penulis: Abd. Malik

Editor : Abd. Warits

 

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak