Diklat Kepenulisan Persal Berjalan Mulus

0
389

Pada hari Rabu (08/2), Organisasi Daerah (Orda) Persatuan Santri Lenteng (Persal) melaksanakan kegiatan diklat kepenulisan yang diikuti oleh santri dan utusan siswa tingkat Madrasah Aliyah (MA)/sederajat se-Kecamatan Lenteng yang berjumlah puluan peserta.

Kegiatan yang bertema “Membaca dapat mengenal; Menulis dapat dikenal” itu merupakan program kerja Komisi B bagian Devisi Penerbitan, Publikasi dan Pers (P3)” dengan mendatangkan penyaji serta bekerja sama dengan lembaga SLTA se-Kecamatan lenteng menjadi format pada kegiatan ini.

Sudah kedua kalinya Persal merealisasikan kegiatan diklat kepenuliasan yang mengikutsertakan lembaga SLTA se-kacamatan lenteng. “Format acara diklat kepenulisan ini, tak jauh berbeda dengan tahun yang lalu. Hanya saja kami (Panitia) mencoba untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan sebelumnya,” tutur A. Nafi’ Ketua SC kegiatan tersebut.

Kemudian untuk memback-up kegiatan ini sebaik dan semenarik mungkin panitia mencoba untuk mendatangkan penyaji-penyaji handal. Sayangnya dari beberapa penyaji yang telah ditentukan, ada yang berhalangan misalnya penyaji dalam materi Stadium General awalnya Panitia mengundang K. Musthofa. MA sebagai fasilitator. Akan tetapi, beliau memiliki kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Termasuk penyaji pada materi fiksi yaitu K. Affan juga tidak bisa hadir.

Dengan adanya fasilitator yang berhalangan panitia mendatangkan fasilitator alternatif yaitu Misbahur Munir, Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Seksi Kepustakaan Penerbitan dan Pers (KP2) menggantikan K. Musthofa, yang mengisi materi Stadium General. Sedangkan Sattar Syam menggantikan K. Affan dalam materi fiksi.

Beda lagi masalah delegasi dari lembaga SLTA se-kacamatan lenteng. Ketika waktu hari H, delegasi dari lembaga SLTA se-kacamatan Lenteng yang hadir hanya dua lembaga SLTA yaitu delegasi dari MA Nurul Yaqin Lembung dan delegasi dari MA Sinding Puri Pore. Setelah dikonfirmasi ulang oleh Panitia, keseluruhan lembaga SLTA yang belum hadir dikarenakan berbenturan dengan kegiatan lain.

Pada penyajian pertama yaitu Stadium General, Misbahul Munir menyampaikan bahwa minat untuk menulis haruslah muncul dari diri sendiri dan mau menjadi penulis terkenal menurutnya harus banyak menulis. “Tanpa banyak menulis, sulit menjadi penulis terkenal. Kuncinya ya Menulis, Menulis, dan Menulis,” ungkapnya dengan barapi-api.

Sedangkan Sattar Syam menitiktekankan bagaimana kita bisa membuat puisi walaupun hanya dua kata. Pada sesi terakhir yaitu non fiksi yang disampaikan oleh Ach. Bachrur Rozi, M.Hum semua peserta termotivasi untuk selalu menulis walaupun hanya opini dan lain-lain.

Ketua Persal, Aldi Hidayat, Berharap kepada semua anggota dan para delegasi untuk mengikuti acara semaksimal mungkin agar dapat diaplikasikan dalam kegiatan sehari-sehari.


Penulis : Lukmanul Hakim

Editor   : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak