Diklat kepenulisan Sebagai Pendongkrak Semangat Anggota Pasra

0
111
Penyerahan kenang-kenangan kepada salahsatu penulis terbaik.

Lubangsa_Persatuan Santri Gapura (Pasra) seksi Kekaryaan dan Pengembangan Pers (KP2) adakan Diklat Kepenulisan untuk seluruh anggota maupun pengurus Pasra di Aula Lubangsa selama lima hari lima malam (27-03/02-03).

Menurut Khairur Roziqin selaku kordinator KP2 mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Diklat Kepenulisan  adalah untuk mengembangkan pengetahuan anggota dan pengurus Pasra dalam hal tulis-menulis. “Ya selain itu semua, niat awal kami juga ingin mengkader anggota agar mereka juga dapat mengetahui jalan pers di Pasra secara umum,” ungkap pengurus asal Batang-batang tersebut. Ia juga menambahkan bahwa untuk mengetahui kelihaian anggota dalam menulis, sejak awal acara seluruh peserta Diklat Kepenulisan diberitahukan agar menulis hasil penyajian dengan bentuk karya dan kemudian panitia yang lain memilih karya mana yang terbaik. “Tergantung penyajiannya, bila penyajiannya tentang sastra, maka karya yang mesti dihasilkan adalah karya puisi dan cerita pendek, begitu seterusnya seperti karya berita dan karya ilmiah,” pungkasnya lagi.

Di sisi lain, syarif Hidayatullah selaku ketua pasra mengungkapkan bahwa acara Diklat Kepenulisan tersebut merupakan kegiatan seremonial terakhir sebelum kegiatan otonom Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (IKSTIDA) berakhir, “Diklat kepenulisan ini merupakan kegiatan yang paling akhir di antara kegiatan lain selain clossing activity,” ungkapnya di sela-sela sambutannya pada awal acara (27/02).

Dalam kegiatan tersebut, panitia mengundang senior Pasra untuk mengisi materi yang telah ditentukan, “Penyaji memang dari senior Pasra, kecuali pada penyajian perihal berita, kami mengundang Abd. Malik sebagai penyaji karena bila dilihat dari pengalamannya, beliau cukup mumpuni,” ungkap Riqi Solihin selaku ketua panita dalam kegiatan tersebut.

 “Acara kegiatan Diklat Kepenulisan ini sangat bagus untuk saat ini, di samping untuk pengetahuan mengenai tulis menulis, juga memberikan semangat kepada kami karena di Komunitas Menulis Pasra (Kompas) kami hampir tidak mempunyai semangat untuk menulis,” ungkap Trio Wahyudi saat berbincang-bincang di tempat acara setelah kegiatan ditutup (03/03). 


Penulis: Khairur Roziqin

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak