DKL Adakan Ujian Tiga Tahap untuk Semester Pertama

0
155
Fokus: Anggota Daru Kurub Lubangsa (DKL) khusuk dalam megikuti ujian tulisan

Lubangsa_ Unit dari Pedidikan, Pengajaran Dan Pengembangan Kailmuan (P2PK) yaitu Darul Kutub Lubangsa (DKL) melaksanakan ujian semester satu Sabtu malam (27/11). Sebelum ujian tersebut terlaksana, DKL mengadakan rapat (22/11) yang melibatkan semua pengurus DKL. Rapat tersebut membahas kesiapan soal-soal yang sudah diserahkan kepada guru.  “Dalam rapat tersebut  kami membahas mengenai kesiapan soal-soal yang akan di ujikan,” ujar Kholaf Al-Muntadar selaku ketua DKL.

Dalam ujian tersebut, angota hanya difokuskan pada materi Nahwu dan Sarraf. Hal itu sesuai dengan yang diutarakan, Kholaf sapaan akrabnya, bahwa dalam ujian kali ini akan diadakan tiga tahap; ujian tes tulis, ujian tes lisan, dan kemudian ujian membaca kitab. Jumat malam, (27/11) ujian tulis dilaksanakan yang bertempat di Masjid Jami’ Annuqayah lantai II ketika jam belajar. Begitupun dengan ujian lisan yang juga di tempatkan di Masjid Jami’ Lantai II. Sedangkan untuk ujian baca kitab dilaksanakan di kamar masing-masing. Hal itu sesuai dengan perkataan ketua DKL yang berasal dari Kecamatan Lenteng itu. “Ada 4 guru penguji dalam ujian tersebut,” terang mahasiswa santri semester VII.

Namun, ujian yang terselenggara selama tiga malam tersebut tidak selesai, lantaran guru penguji baca kitab hanya 2 orang.  Seperti yang diutarakan Nurul Hasan, bahwa dalam ujian baca kitab hanya ada ustaz Muayyasyi dan ustaz Moh. Ramdlan, sehingga—lanjut Hasan sapaa karibnya—ujian baca kitab terpaksa dilanjutkan di kamar masing-masing pula “Kami selaku pengurus DKL akan melanjutkan ujian tersebut di kamar masing-masing saja,” ungkap santri asal Kalimantan tersebut.

Selain itu, pengakuan dari Faidul Mannan selaku anggota, dia menjelaskan bahwa ujian kali ini tidak hanya belajar saja, akan tetapi juga  menghafalkan. Pasalnya setiap ujian hanya berfokus pada Nahwu dan Sharra, tidak meluas ke yang lain. “Ujian ini tiadak hanya mengandalkan belajar saja, namun juga harus banyak menghafalnya,” ungkap santri asal Batang-Batang tersebut saat di temui kru Koran Lubangsa di serambi Masjid Jamik Annuqayah (02/12).


Penulis: Sururi Nurullah

Editor: Muhtadi

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak