Fandrik Ahmad Salurkan Motivasi di Kegiatan Kongkow Literasi

0
198
Fokus: Peserta menyimak materi

Lubangsa_Ikatan Santri Annuqayah Jawa (Iksaj) mengadakan kongkow kepenulisan di Senin malam (03/05) setelah shalat tarawih. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi kru Jong Java dan Satelit agar terus menjaga unit tersebut yang dari kefakuman seperti beberapa tahun sebelumnya. Dalam kegiatan tersebut, panitia mengundang penulis nasional juga alumni Iksaj, yakni Fandrik HS Putra atau lebih akrab dengan Fandrik Ahmad.

Hal ini dibenarkan oleh Fahiem Muhammad, mantan Pemred Mading Satelit tersebut mengungkapkan sangat bersyukur kerena di Bulan Ramadhan bisa belajar literasi kepada penulis berlabel nasional. Fahiem—sapaan akrabnya—berharap, dari pertemuan tersebut bisa menjadi bekal bagi kru Satelit kedepannya, sehingga kinerja yang kurang maksimal bisa dimaksimalkan demi terwujudnya mading yang inovatif dan kreatif. “Saya sangat bersyukur dan tentunya gembira bisa belajar kembali literasi di liburan ini. Barangkali ini menjadi bekal pada kru Satelit atas kinerjanya yang mampu menghantarkan Mading jadi Mading terbaik di masa ini.” Ungkap pemred yang mampu membawa Satelit menjadi mading nomor 1 di Lubangsa tersebut.

Acara yang berjalan dengan bercanda tapi serius tersebut mampu menjadi sebuah pemantik awal untuk mengajak anggota lebih sadar diri akan pentingnya dunia literasi. Seperti yang diungkapkan Kak Fandri Ahmad, bahwa dirinya merasa menulis itu penting semenjak menjadi mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika). Di samping itu, Fafan—sapaan karibnya—menceritakan proses kreatifnya selama menekuni dunia literasi ketika berada di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. “Jadi perjalanan proses keratif saya tidak mudah. Bisa karya tulis dibuang, disobek, atau diprank itu sudah menjadi godaannya,” ujar lelaki penulis buku Asmara Anak Asrama tersebut.

Mantan Pemred mading Satelit 2007 tersebut mengungkapkan kenapa dirinya bisa konsiten dalam menulis. Hal pertama yang diungkapkan oleh penulis dua buku tersebut, bahwa dirinya tidak bisa bergerak jika tidak dengan organisasi. Dalam acara kongkow tersebut, alumnus Instika terebut mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tidak terikat dengan organisasi. “Ada tiga cara agar kalian dapat menjadi seorang penulis. Pertama yaitu kalian harus memiliki motivasi menulis, setelah itu baru memilih organisasi atau komunitas literasi, dan terakhir beristikamah seperti yang dajarkan kiai kita di Annuqayah Lubangsa.” Ujarnya sambil beranjak pulang karena waktu sudah agak malam.


Penulis: Ikrom Firdaus

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak