Festival Budaya Murdhajha Menyemarakkan Harlah Ikstida Ke-35

0
466
Malam Puncak Harlah ke-35 Ikstida.

Lubangsa Putri-Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (Ikstida) menyelenggarakan Harlah ke 35  yang dilaksanakan dari tanggal 30 Desember 2019 hingga 02 Januari 2020. Festival kuliner murdhaja yang menjadi pembuka dalam acara ini.

Organisasi Otonom di bawah naungan Ikstida (Pasra, Iksbat, Iksabad, dan Iksal) menjadi agen kuliner tersebut untuk memperkenalkan kuliner di daerah mereka masing-masing. Selain untuk memperkenalkan, juga menjadi dana tambahan dalam mengembangkan keuangan di Otonom masing-masing.

Sementara, pada pra acara puncak, Ikstida juga menggelar Seminar Keorganisasian yang diisi langsung oleh K. A. Dardiri Zubairi yang didampingi langsung oleh dua senior Ikstida, Ustaz Sattar Syam dan Ustaz Said.

Ketua Ikstida, Nur Faizah menyampaikan, “Kalau sekarang konsepnya memang berbeda dengan tahun lalu, ini merupakan tasyakuran kami atas berdirinya Ikstida yang sudah tidak muda lagi. Sementara mengenai konsep yang kami ambil tahun ini adalah festival budaya yang terdiri dari pengenalan kuliner dari otonom dan seminar organisasi oleh K. A. Dardiri Zubairi.”

Acara yang diselenggarakan di halaman PP. Annuqayah Lubri tersebut mengangkat tema “Kiprah Ikstida; Santri Milenial Berdaya, Akhlak Mulia”. Menjadikan kader atau generasi Ikstida ke depan tidak hanya menjadi organisatoris namun juga memiliki akhlak mulia sebagai benteng dalam bergaul di masyarakat kelak merupakan harapan yang disampaikan Roydatun Nisa’, Majelis Perwakilan Organisai Ikstida.

Pada pra acara puncak, tepat pukul 04:25 WIB, Seminar Keorganisasian dilaksanakan. Kesemangatan tidak hanya dari anggota Ikstida melainkan santri umum yang tertarik dengan acara tersebut juga mengikuti dengan khidmat. Selah satunya, Lailatul Badriyah santri asal Lenteng tersebut menyampaikan, “Acara menarik, mungkin karena penyajinya sore ini yang keren.” ujarnya.

Dalam seminar tersebut yang menjadi catatan penting dari K. A. Dardiri Zubairi yang mengutip dauh dari K. A. Warist Ilyas, “ Mon Emasyarakat jhek dhek mangadhek, keng mon epakon pakaadhek”. (Kalau di masyarakat jangan mendahului, tapi kalau di suruh harus didahulukan). Sesi tanya jawab yang dibuka umum menambah semangat anggota dan santri umum, salah satunya Lu’luatul Kamaliyah, Ketua Persal.

Malam Jumat menjadi acara puncak Harlah yang diselenggarakan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh senior Ikstida; Nuri Khalisatin Nafisah. Sementara untuk simbolik dengan pemotongan tumpeng dan pelantunan lagu ciptaan anggota Paduan Suara Ikstida (Parada) sendiri.

Kemudian, di penghujung acara, Komunitas Alif Senansa Ikstida menjadui penutup acara harlah  Ikstida yang bertajuk “Marlena dan Bangsa Kolonial.”


Penulis: Zakiyatul Miskiyah

Editor: Nur Fadiah Anisah

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak