Guru Harus Peduli Literasi Arab

0
480
K. Muhammad 'Ali Fikri saat menyampaikan sambutan pada pertemuan dewan Guru Diniyah

Lubangsa_Madrasah Diniyah baramij Al-Tarbiyah wa Al-ta’lim (MD.BTT) melaksanakan rapat guru dengan seluruh asatidz madrasah diniyah dan bimsus Ahad kemarin (27/01). Acara pada siang itu dimulai pada pukul 13.30 WIB. Selain sebagai silaturrahmi, agenda pada rapat guru tersebut juga mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) kurikulum yang telah dilaksanakan selama dua tahun kemarin di Madrasah Diniyah juga mengevaluasi kegiatan Bimbingan khusus (bimsus, red) untuk santri baru.
Bang-Bang Ilyasin selaku pengurus P2PK menyampaikan persentasinya tentang perkembangan bimbingan khusus (Bimsus) santri baru kepada seluruh hadirin yang hadir. “karena untuk tahun ini bimsus langsung ditangani oleh pengurus P2PK,” tuturnya dengan sangat antusias. Lebih lanjut, mahasiswa jurusan pendidikan bahasa arab (PBA) Instika itu menambahkan bahwa waktu pelaksanaan bimsus santri baru untuk tahun ini ditambah dengan materi ajian Al-quran yang dilaksanakan setiap pagi di bilik masing-masing.”selain bimsus dilaksanakan pada malam hari atau pada saat jam belajar,  paginya juga kami isi dengan ajian Al-quran,”ujarnya.

Dilanjutkan dengan penyampaian Muayyasyi selaku Mudir Madrasah diniyah. Dirinya menyampaikan beberapa hal yang sudah dicapai oleh peserta didiknya terkait dengan penyerapan materi yang diajarkan di Madrasah diniyah dan beberapa kendala yang merintangi semenjak perubahan kurikulum pada tahun sebelumnya.“ agar lebih jelas bisa dilihat pada data statistik di depan ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga beberapa asatidz madrasah diniyah menyampaikan beberapa keluhan dan masukan mengenai masa depan pendidikan lubangsa ke depan. Salah satunya mengenai materi yang disampaikan kepada siswa dan permasalahan krusial siswa Madrasah diniyah berupa kerajian atau kehadiran siswa dalam kegiatan belajar mengajar. “saat KBM berlangsung, paling tidak guru harus ada semacam Tikrar, menulis Bahasa Arab, dan menghafalkan,” ujar salah satu guru dalam musyawarah tersebut.

Acara tersebut ditutup dengan sanggahan pengasuh dari beberapa hal yang sudah disampaikan oleh para asatidz diniyah. Dalam pesannya kepada seluruh asatids yang hadir, beliau juga mengutip salah satu dawuh dari KH. Maimun Zubair, pengasuh PP. Al-Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah tentang bagaimana menjadi guru yang baik. Kemudian dilanjutkan dengan perkataan K. A. Warits Ilyas yang berbunyi, “tugas kita hanya mengerami, soal menetas itu urusan Allah yang dibacakan oleh moderator.


Penulis : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak