Harlah Ikstida ke-36: Paripurna dengan Ngaji Tengka Mateppa’ Bhakte

0
39
Fokus: seluruh anggota tertib mengikuti serangkaian acara Harlah Ikstida ke-36

Paripurna dengan Ngaji Tengka Mateppa’ Bhakte

Lubangsa—“Adalah momentum untuk mengingat-ingat bagaimana Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (Ikstida) itu sudah 36 tahun, usia yang begitu tua dan seharusnya anggota maupun pengurusnya jadi lebih bijak, arif dan bijaksana, serta tentunya lebih bisa mateppa’ tengka,” begitulah kata al-Ustaz Miftahus Surur, S.Ag, pengurus Penerangan dan Pembinaan Organisasi (P2O) tentang Hari Lahir (Harlah) Ikstida yang ke-XXXVI.

Miftah—panggilan akrab Miftahus Surur—juga menjelaskan bahwa untuk menciptakan sebuah organisasi itu membutuhkan kerja ekstra, “Menciptakan sebuah organisasi dengan berbagai kultur dan tradisi itu membutuhkan kerja ekstra, entah dari fisik maupun pikiran, karena Ikstida ini memang tersohor dengan kuantitasnya yang besar di antara orda-orda (organisasi daerah, Red) lain di Lubangsa.

Ikstida tentu tidak akan lupa akan momen yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Ikstida sudah memasuki umur 36 tahun. Tepat pada malam Selasa (28/12), diadakanlah acara untuk memperingati hari ulang tahun Ikstida tersebut bertempat di Aula Lubangsa.

Seminggu sebelum acara ceremonial, ada rangkaian kegiatan lain yakni Aksi (Ajang Kompetisi Literasi Ikstida). Sebagai rangkaian acara harlah, tentu kegiatan yang satu ini ditutup dengan adanya acara inti malam tersebut. Kegiatan tersebut berisi tiga perlombaan kepenulisan yaitu puisi, cerpen, dan esai. Adapun peserta yang boleh ikut adalah seluruh masyarakat Ikstida kecuali yang sudah berstatus Pengurus dan ketua otonom. Apresiasi dari anggota ternyata sangatlah mengagumkan. Ada banyak seekali naskah yang disetorkan ke kotak naskah yang telah disediakan panitia. Sehingga memunculkan tiga juara pada masing-masing bidang perlombaan yang hal itu diumumkan pada malam acara inti. Dalam bidang puisi; juara I Lisyanto (Batuputih), Juara II Nibrosi (Jadung Dungkek), Juara III Rizal Kurniadi (Jenangger Batang-batang). Bidang Esai; Juara I Moh. Rafli Noer Syekhan (Gapura), Juara II iwan Wahyudi (Batuputih), Juara III M. Hidayatullah (Gapura). Bidang Cerpen; Juara I Sururi Nurullah (Gapura), Juara II (Khairur Roziqin), Juara III Moh. Isma’il (Batuputih).

Selain untuk memperingati, ada misi lain yang diimpikan pengurus Ikstida pada harlah tersebut, yaitu menanamkan lebih dalam tentang hakikat organisasi pada setiap hati para anggota. Dengan itu, Ikstida mendatangkan Madsudi, S.H., salah satu alumni Ikstida untuk dapat mendoktrin anggota agar lebih giat berproses di dalam organisasi. Rozinul Khalid sebagai moderator memandu jalannya penyajian pada malam itu.

Sengaja dibuatkan tema “Organisasi: Ngaji Tengka, Mateppa’ Bhakte”, karena memandang realita yang terjadi, bahwa yang paling urgen di dalam organisasi itu adalah tengka (baca: tatakrama, Madura), baik dari atas ke bawah, dari bawah ke atas maupun pada sesamanya.

Kebetulan pada malam itu, ketua Ikstida, Ahmad Fawaid tidak bisa hadir pada acara tersebut, dikarenakan ada udzur yang tidak boleh ditinggalkan. Maka, Eko Suryadi, sebagai wakil ketua Ikstida yang mengganti posisinya dalam memberikan sambutan. Tidak hanya itu, acara itu juga dimeriahkan oleh Hadrah Tradisional dari Lubangsa Selatan, sebagai pra acara dan shalawat Nabi di tengah-tengah acara. Pun, pada prosesi harlah Ikstida yang ke-36 itu Sanggar Poar mengisinya dengan teater yang diparipurnai dengan pemotongan kue harlah.


Penulis: Fry

Editor: Muhtadi

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak