Hiasi Nuzulul Qur’an dengan sowan dan khataman Al-qur’an

0
159
Susana Khatmil Qur'an ke tiga di kediaman Saudara Rofiequrrohman

Lubangsa_Setelah sukses melaksanakan khatmil yang kedua di rumah Rohidul Umam, Rubaru, khatmil ketiga Iksaputra kembali digelar di rumah saudara Rofiequrrahman, Beluk Kenek, Ambunten. Rofie-sapaan akrab Rofiequrrahman- menuturkan bahwa dia meminta agar khatmil ketiga diletakkan di rumahnya setelah meminta persetujuan dari orangtuanya. Hal tersebut menjadi pertimbangan pengurus sebelum libur Ramadhan berlangsung, mengingat ada banyak  anggota dan pengurus hingga alumni yang ingin mengadakan Khatmil Qur’an bersama Iksaputra. “Kami rembukkan dengan seluruh pengurus terkait siapa saja yang ingin mengadakan khatmil, sisanya bisa diletakkan di tahun depan.” tukas Habiburrahman selaku sekretaris Rabbi ’21.

     Bagi Rofie, desakan agar khatmil ketiga diletakkan di rumahnya merupakan suatu keinginan tersendiri,  mengingat penguatan solidaritas antar pengurus dan anggota perlu ditingkatkan. “Lagi pula, saya ingin ngumpul bareng dengan teman-teman yang tak semudah sewaktu berada di pondok,” paparnya. Pandemi yang masih melanda tak menyurutkan hal tersebut. Banyak dari pengurus, anggota, hingga alumni yang hadir pada kegiatan tersebut.

     Saudara Miftahul Ulum, salah satu juru komunikasi setiap kegiatan Iksaputra selama Ramadhan telah mewanti-wanti agar semua pengurus dan anggota hadir. Tidak hanya pada kegiatan khatmil, namun di setiap kegiatan Iksaputra selama Ramadhan. Agar memudahkan tugasnya, Ulum membentuk penanggung jawab masing-masing di tiap daerah untuk mengkomunikasikan setiap kegiatan yang akan digelar. Hal tersebut membuahkan hasil. Banyak dari pengurus dan anggota yang menghadirinya. Hal lain yang menjadi khatmil ketiga tersebut istimewa adalah bapak dari Rofie, KH. Fathurrahman, merupakan salah satu pendiri Iksaputra.

     “Saya sangat bersyukur, kader-kader Iksaputra masih kompak dalam berkegiatan bersama. Hal ini menjadi bentuk pelatihan sosial-emisional agar setiap anggota siap pakai di masyarakat.” tutur KH. Fathurrahman setelah pembacaan al-Quran selesai. Meski tidak menyebut secara spesifik, kader-kader Iksaputra diharapkan terjun kemasyarakat berdasar bekal yang sudah dimiliki masing-masing. Beliau berkata demikian mengingat digitalisasi telah mendarah daging bagi generasi Z. Namun, anggota Iksaputra yang merupakan bagian dari generasi tersebut masih menyempatkan diri untuk hadir.

     Sembari menunggu beduk, pengurus dan anggota bercengkerama bersama alumni. Mereka membicarakan tentang Iksaputra kedepannya dan berbagi kisah masing-masing. “Cuma, yang kurang itu satu, tidak diperbolehkannya buka bersama dengan anggota Iksaputra Puteri.” canda beliau dan disambut tawa dari semua yang hadir. Buka bersama pun dilakukan setelah adzan berkumandang beberapa menit kemudian.

           Setelah selesai berbuka puasa,  pengurus dan anggota Iksaputra yang hadir pada khatmil ke tiga ini, sowan kepada salah satu pendiri Iksaputra yang sekaligus ayah dari tuan rumah Rofiequrrohman. Dengan bergiliran teman-teman pengurus dan anggota Iksaputra sowan. Mencium tangan KH. Fatthurrohman. Tangannya yang keriput mengisahkan pada kita betapa perjuangannya dimasa dulu untuk mengurusi Iksaputra. Sowan ini  sebagai pererat dan penyemangat bagi teman teman pengurus dan anggota Iksaputra dalam berproses kedepannya.

    Saudara Imron Efendy selaku ketua Iksaputra mengutarakan acara sowan seperti ini memang harus diadakan kalau perlu setiap liburan untuk menjalin silaturrahim dengan alumni dan untuk membahasa Iksaputra kedepannya. “Jika tidak liburan, kapan kami akan bertemu Alumni untuk membahasa Iksaputra ke depan.” Tutur Imron.

            Kegiatan diakhiri dengan shalat maghrib bersama dan sugkem kepada KH. Fathurrahman. Beliau berpesan kepada selurus kader-kader Iksaputra agar tidak memutus rantai hubungan  antar sesama anggota maupun alumni. “Tantangannya ke depan adalah lunturnya budaya silaturahmi dan kader-kader Iksaputra diharapkan mampu mempertahankan budaya tersebut di tengah arus digitalisasi.” pungksanya.


Penulis; Tsabit Hasain

Editor; Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak