IKSAPUTRA Merayakan HARLAH XLI Iksaputra Sekaligus Pentas Seni Sanggar AIDS

0
177
Anggota Iksaputra menyimak dengan Khidmat ceramah seputar Iksaputra yang dismpaikan oleh KH. Fathorrahman

        Lubangsa– Iksaputra menuju akhir periode ini kembali merealisasikan salah satu program wajib di bawah naungan pengurus Harian Iksaputra yaitu peringatan Hari Lahir (HARLAH) ke-41 dengan beberapa serangkaian acara yang mengiringi peringatan harlah tersebut, antara lain Pentas Seni, Pameran, dan Peringatan Harlah sanggar Aids ke-15. Sebelum melangsungkan acara inti (Harlah Iksaputra) panitia terlebih dahulu melaksanakan kegiatan harlah sanggar Aids sekaligus pentas seni dan pameran pada hari Senin (malam Selasa) tanggal 15 Maret 2021 yang bertempat di Aula Lubangsa. Acara Peringatan Harlah Aids ini baru pertama kali dilaksanakan setelah mengembangkan konsep yang dicanangkan pada tahun sebelumnya yang gagal dilaksanakan. Acara ini diisi dengan beberapa penampilan sanggar Aids yaitu musikalisasi puisi, drama, teater, dan komedi, dengan mengundang seluruh delegasi sanggar di Lubangsa. Sebelum Pentas Seni dimulai, anggota Iksaputra mengikuti dengan hikmat prosesi peringatan HARLAH Sanggar Aids. Momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh anggota dan undangan adalah prosesi cium bendera dan pemotongan kue yang dilakukan oleh Ketua Sanggar Aids, Rofiequrrahman. Acara ini pun berlanjut pada Pentas Seni.

        Pentas Seni kali ini cukup meriah daripada Pentas Seni tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme penonton selama acara berlangsung begitu tinggi utamanya para delegasi sanggar di Lubangsa. Mereka hadir bukan hanya menonton, mengapresiasi, melainkan juga mengevaluasi bersama terkait penampilan anggota Sanggar Aids di akhir acara. Pentas Seni ini menjadi ajang silaturrahim dan evaluasi bersama perjalanan sanggar Aids selama satu periode. “Penting acara yang seperti ini untuk di­Istiqomahkan setiap tahun, sebab semangat dan antusiasme anggota terhadap seni cukuip tinggi. Sehingga hal ini menjadi ajang yang sangat potensial untuk mengembangkan AIDS dan Kesenian kedepannya.” Ucap Imron Efendy selaku ketua umum Iksaputra

        Setelah semua serangkaian acara Peringatan Harlah Aids selesai, panitia kembali kejar tayang untuk menyiapkan acara inti, yaitu peringatan hari lahir (HARLAH) XLI (41) yang dilaksanakan di aula Lubangsa pada tanggal 22 Maret 2021 M. tepatnya seminggu setelah serangkaian acara pertama (pentas seni) dilaksanakan. Peringatan Hari Lahir (HARLAH) Iksaputra ke-41 dihadiri oleh beberapa undangan alumni dan dikemas dalam bentuk penyajian seputar refleksi sejarah oleh K. H. Fathorrahman selaku salah satu pendiri Iksaputra. “Alhamdulillah, undangan alumni cukup banyak yang hadir, sehingga saya sendiri merasa militansi alumni memang masih besar kepada Iksaputra.” Ucap Ainur Rasyidi selaku ketua Panitia Kegiatan tersebut.

       Di samping itu K. H. Fathorrahman memberikan refleksi dan sejarah berdirinya Iksaputra beserta proses beliau selama memperjuangkan Iksaputra di awal-awal berdirinya. Ketika menyampaikan sejarah tersebut, anggota Iksaputra diharapkan mengenal seluk-beluk lahirnya organisasi tertua di Lubangsa ini dan perannya terhadap perkembangan pesantren. “Iksaputra berawal dari shalawatan, jadi cikal bakal tersebut harus terus menjadi ciri khas yang melekat di tubuh Iksaputra.” Dawuh beliau.

Dengan dilaksanakannya acara ini semoga anggota dan pengurus Iksaputra lebih mengenal dan memahami lebih dalam bagaimana perjalanan Iksaputra dari sebelum menjadi organisasi sampai saat ini dan seterusnya. Bapak Asrori dalam kesempatan wawancara dengan Kru Lazer mengungkapkan bahwa bliau sangat senang bisa hadir di acara Harlah XLI Iksaputra dengan kapasitasnya sebagai alumni. “Senang sekaligus terharu, sebab teingat dulu masa-masa perjuangan saya dengan kawan-kawan untuk mengonsep acara Harlah Iksaputra. Tak terasa sekarang sudah jadi penonton, Padahal rasanya baru kemaren ini saya menjabata ketua Iksaputra.” Ungkapnya dengan haru.


Penulis: Ishaq

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak