Ikstida Adakan Refleski Hari Pahlawan

0
331

Pengurus Divisi I (Pendidikan, Peribadatan dan Kaderisasi) Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (Ikstida) adakan refleksi Hari Pahlawan yang bertempat di Masjid Jamik Annuqayah bagian depan, pada selasa petang (9/11). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan organisasi otonom yang berada di bawahnya (Pasra, Iksbat, Iksabad dan Iksal).

Dalam pelaksanaannya, Refleksi yang diformat dengan diskusi akbar itu, tidak sesuai harapan. Pasalanya, pada malam itu, terjadi hujan deras yang menyebabkan anggota otonom, sekaligus anggota Ikstida sedikit yang hadir. Ahmad Faisol, Katua Divisi I mengakui bahwa jumlah yang hadir sedikit. “Iya, mau bagaimana lagi jika hujan begini, kita tidak pernah tahu kapan akan turun  hujan,” ungkap santri asal Gapura itu sebelum kegiatan dimulai.

Meski tidak banyak anggota yang hadir, sekitar pukul 22.15 diskusi tetap dilaksanakan. Akhmad Zaini, penyaji dalam kesempatan tersebut mengurai sejarah 10 Nopember 1945. Menurutnya perjuangan pahlawan yang gugur dalam pertempuran di Surabaya itu layak menjadi renungan. Sebab pertempuran yang dilakukan itu  tidak hanya secara fisik, tetapi nyawa menjadi pilihan.

Sementara Budiyanto perwakilan dari Iksbat menegaskan bahwa setiap orang memiliki pemahaman dan sudut pandang yang berbeda, begitu juga penulisan sejarah itu menurut sudut pandang orang yang membuat buku sejarah. Jadi, buku yang dihasilkan juga tentu berbeda. Siapa yang akan dijadikan pahlawan, dan siapa yang dijadikan pemberontak itu menurut ahli dan saksi sejarah.

Diskusi yang dilaksanakan berjam-jam, akhirnya pada pukul 23:00 ditutup bersamaan dengan bunyi bel tidur santri berbunyi.


Penulis  : Habiburrahman

Editor    : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak