Ikstida Buktikan Kreativitas Anggota Melalui Pameran Karya

0
200
Kreatifitas tanpa batas. Karya anak Ikstida dalam Pameran Karya Festifal Ikstida Cerdas (FIC)

           Lubangsa_Kegiatan Festival Ikstida Cerdas (FIC) merupakan kegiatan yang berada di bawah naungan Divisi I (Pendidikan, Pengembangan Bakat dan Keterampilan). Mengacu terhadap Divisi tersebut, serangkaian kegiatan FIC tentu mengacu dan terarah kepada keterampilan dan bakat. Oleh karena itu, salah satu rangkaian kegiatannya adalah Pameran Karya sebagai sebuah wadah atau media terhadap anggota untuk membuktikan daya kreativitas dan keterampilannya. “Kami awalnya tidak begitu yakin kegiatan ini akan maksimal. Tetapi setelah diumumkan kepada anggota ternyata mereka merespon positif. Sebagian besar anggota makin bersemangat untuk melukis, membuat miniatur, mading tiga dimensi, dan lain-lain,” ungkap Khairul Umam selaku Ketua SC Festival Ikstida Cerdas.

           Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari tiga malam sejak Senin (22/03) sampai Rabu (24/03) yang bertempat di Aula Lubangsa bagian belakang. Ada banyak karya yang dipajang, di antaranya, lukisan-lukisan yang dipajang di tepi, miniatur yang ditempatkan di tengah ruangan. Lukisan yang dipajang beraneka ragam, ada wajah perempuan, lambang PSHT, anak kecil, pemandangan, beberapa pahlawan, kaligrafi, dan lain sebagainya. Sementara miniatur juga beraneka ragam. Ada miniatur sepeda motor, pedang samurai, kapal besar, perahu layar, rumah, potret perang dari lidi, dan lain sebagainya. Anggota yang meletakkan karya tangannya di pameran ini begitu semangat. “Pokoknya saya sangat senang karya saya bisa dipajang. Baru tahun ini saya merasa puas terhadap Ikstida,” aku salah satu pemilik karya.

          Sangat wajar anggota begitu antusias merespon kegiatan ini. Sebab, sebagaimana pengakuan Wail, salah satu panitia FIC, “Sejak kemarin-kemarin di Blok B bahkan ada pertunjukan karya yang dibuat sendiri oleh teman-teman. Utamanya miniatur sepeda motor,” tuturnya di tengah-tengah ramainya penonton.

          Selain anggota Ikstida sendiri, banyak dari santri Lubangsa yang datang untuk melihat karya-karya yang dipajang. Bahkan sebagian dari mereka meminta kepada kameramen untuk berfoto dengan salah satu karya yang disukai. Panitia memang menyiapkan hal itu sehingga memberikan ketentuan bahwa untuk pengambilan foto nanti harus membayar sebesar seribu rupiah.

          Muhammad Khalil, pengurus Divisi I mengungkapkan, “Mengutip pernyataan ketua Ikstida kemarin saat pembukaan. Sebenarnya, anggota Ikstida keren dan kreatif. Hanya saja sejak dulu tidak difasilitasi oleh organisasi sehingga tidak tampil ke permukaan. Buktinya, ya pameran karya ini. Banyak sekali yang memajang, sehingga kreativitas dan keterampilan mereka terbukti konkret,” pungkasnya saat diwawancarai.


Penulis: Ahmad Fawaid

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak