Inilah Media yang Dijadikan Sarana Belajar Jurnalistik Santri Annuqayah Lubangsa

0
322

Lubangsa_Pengembangan ilmu jurnalistik bagi santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa akhir-akhir ini sudah dapat dirasakan manfaatnya. Ini dibuktikan dengan banyaknya media informasi yang diterbitkan oleh lembaga pengembangan pers pesantren.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh wartawan Lubangsa.org, ada 38 media informasi di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, itu rata-rata terdiri dari media cetak dan online. Media cetak sebanyak 37, yang meliputi majalah, buletin, mading, selembaran, dan antologi. Sementara, hanya ada satu media online.

Media yang menjadi tempat belajar ilmu jurnalistik santri diantaranya; media yang ditangani Pengurus Pesantren Seksi Kepustkaan Penerbitan dan Pers (KP2) terdiri dari Lubangsa.org (versi online/ website-lubangsa), Majalah Muara, dan Koran Lubangsa.

Sedang media lainnya, tak lain adalah media yang dipegang Organisasi Daerah (Orda), berikut Selembaran KAMI, Mading X-tray dan Majalah Rendesvouz (Orda Ikstida). Selembaran K-One, Buletin Villa dan Mading Lazer (Orda Iksaputra). Buletin Pelangi dan Selembaran Pakar (Orda Pasra). Selebaran Karaton dan Buletin Pesona (Orda Iksbat). Buletin Al-Fikr, Jurnal Cerpen, Antologi Puisi, dan Selembaran Persi (Orda Iksabat). Selembaran Lexzone (Orda Iksal). Selembaran Bandara, Buletin Bandara, dan Mading Bandara (Orda Persal). Selembaran Ikhwan, Buletin Faradis dan Mading Mahkota (Orda ISI). Mading Lensa (Orda Isarat), Mading Terminal (Orda Ikstisa) dan Mading Mercusuar (Orda Ikapansa). Selembaran Jong Java dan Mading Stelit (Orda Iksaj), Mading Batigol (Orda Ikragil). Selembaran Kis dan Mading Lampion (Orda Iksbar). Buletin Mukjizat dan Mading Himmah (milik Jama’ah Diniyah), Buletin Natural (milik Unit UKPP), selembaran Waraqat (milik BPBA-Arab), Selembaran Prestigious (milik BPBA-Ingris), Majalah Yasmin (milik Lubangsa Puteri), Majalah Ittihaj (milik Pepustakaan Lubangasa Putri) dan Lubri News (milik Seksi P2 Lubangsa putri).

Jamalul Muttaqin, Kasi Kepustakaan Penerbitan dan Pers (KP2) menilai bahwa jumlah media di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa hanya untuk tempat belajar menulis para santri. “Tak heran, saban ada event lomba menulis di luar pesantren dipastikan selalu sabet juara,” jelasnya.

Mantan Pem-Red Majalah Muara itu menambahkan, pihaknya sudah meregulasi cara penerbitan yang sesuai dengan aturan jurnalistik atau kode etik jurnalis, diantaranya setiap media penerbitan harus mendapat izin penerbitan dari pengurus seksi KP2 dan konten medianya tidak memuat tulisan yang keluar dari visi-misi kepesantrenan, serta tidak menyebar berita hoax.

Penerbitan media cetak yang lebih banyak diminati santri, bagi Masyhuri Drajat, Ketua Pengurus PP. Annuqayah daerah Lubangsa mengapresiasi kemahiran santri dalam tulis menulis itu. Sehinga dia berharap kepenulisan yang lahir dari tradisi para ulama’ dahulu tidak boleh dihilangkan. Pasalnya, dalam sejarah Islam tidak luput dari sajarah penulisan.

“Kalau mau menjadi penulis yang handal, santri tak hanya belajar teori saja. Tips paling jitu mimang harus menulis kontinu,” ujar Masyhuri Drajat, mantan wartawan Majalah Muara tahun 2013 kemarin.


Penulis : Misbahul Munir

Editor          : Jamalul Muttaqin

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak