Isarat; Tiga Hari Belajar Literasi

0
55
Disiplin: Ketua panitia sedang memberi sambutan dalam acara Diklat Jurnalistik

Lubangsa_Pengurus Ikatan Santri Madura Timur (Isarat) seksi Penerbitan Mading dan Pers (PMP) realisasikan kegiatan Pelatihan Jurnalistik (PJ) pada Senin (01/3) sampai dengan Rabu (03/3) bertempat di Aula Lubangsa dan Posko Kunjungan.

Pada hari pertama, materi yang disajikan berupa berita yang difasilitatori oleh Abd. Malik selaku Dewan Redaksi Koran Lubangsa. Sesi pertama sengaja menempati jam rutinitas Organisasi Daerah selepas salat jamaah isya agar penyajian lebih terkondisikan dengan baik. Pemateri menyajikan seluk-seluk beluk berita secara jelas dan gamblang, antara lain macam-macam berita, unsur dan syarat berita, sampai pada metode wawancara yang baik dan benar.

Hari kedua dimotori oleh Muhtadi selaku kasi Kepustakaan, Penerbitan dan Pers (KP2). Sesuai dengan kredibilitasnya dalam dunia tulis-menulis fiksi, Tadi—sapaannya memaparkan belantika prosa dan puisi. Bedanya, pelaksanaan sesi ke dua acara ini dilaksanakan hari Rabu pukul 13.00 sebab rencana pada malam hari berbenturan dengan rutinitas milik Forum Mahasiswa Lubangsa (Formal) yaitu, ngaji kitab Qurrotul ‘Uyun asuhan K. Ali Tsabit Habibi.

Hari terakhir diisi oleh Aldi Hidayat mengenai karya tulis non-fiksi seperti artikel, opini, essai, dan tulisan sewajah. Sesi terakhir dilaksanakan di Posko Kunjungan lantaran di Aula Lubangsa sedang ditempati acara Closing Activity milik BPBA Bidang Bahasa Inggris. Sesi terakhir cukup seru karena sarat akan motivasi kepenulisan. “Meski Anda pintar selama Anda tidak menulis Anda akan hilang sejarah peradaban,” tutur klise bekas ketua BPBA Arabiyah dan pengarang beberapa buku itu kepada para peserta.

Diwawancarai di tempat lain, Ach. Fudhailul Laili selaku Koord. PMP, acara ini merupakan bentuk kaderisasi jurnalisme kepada pengurus dan anggota Isarat. Berdasarkan pengakuannya, selain kegiatan ini sudah mencapai tenggat waktu pelaksanaan, kegiatannya juga merupakan proyeksi pengurus terkait menjelang penerbitan Mading Lensa edisi terakhir. Rencananya, kegiatan ini dapat mendongkrak kualitas naskah. “Semoga penerbitan kali ini ada perubahan signifikan.”  Tandasnya.


Penulis: Nabel Awsath Fawrent

Editor: Muhtadi

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak