Ketua Pengurus Tegaskan Rancangan Proposal Kegiatan

0
368

Lubangsa_Pagi hari setelah para santri bergegas meninggalkan bilik-bilik Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, tepat pada hari Rabu (20/9), saya beranjak dari kantor Redaksi Pers Lubangsa untuk sekadar meng-up date informasi yang ada di Pondok Pesantren Annuqayah  daerah paling barat itu.

Dari depan Kantor Pesantren Annuqayah daerah lubangsa tampak beberapa pengurus pesantren sedang menjalankan tugasnya masing-masing. Tanpa buang-buang waktu, saya langsung ikut berbaur untuk sekadar mendapatkan informasi terkait kepesantrenan.

Pertama, saya memancing pertanyaan-pertanyaan sederhana seputar kegiatan kepesantrenan, yakni pembuatan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Masyuhuri Drajat, Ketua Pengurus Lubangsa memaparkan  bahwa MCK Lubangsa  pada tahun 2017 sudah masuk dalam target perencanaan.

Lokasi yang hendak dijadikan temapat MCK adalah kawasan Blok C di bagian selatan yang menghadap ke utara (sebelah selatan Aula Lubangsa). “Kami sudah Komunikasi dengan Pengasuh, di kawasan blok C bagian selatan itu akan dibangun bertingkat. Paling bawah sisi timur di bangun  tandon atau waduk, lantai paling bawah kamar mandi sekaligus tempat nyuci, dan lantai di atasnya adalah bilik santri sekaligus kamar mandi,”ujar Mashuri Drajat.

Ditanya masalah tanggal pengarapan Mashuri Drajat masih belum bisa menyebutkan, tetapi ia memastikan dalam masa kepeminpinannya MCK sudah dapat direalisasikan.

Lebih lanjut, pengurus mantan Mudir Madrasah Diniyah itu banyak bercerita tentang pertemuan dirinya dengan pengasuh Lubangsa, termasuk berbincang masalah MCK itu. Ia juga memberikan penjelasan bahwa semua rancangan program kerja kegiatan kepesantrenan yang sudah direkomendasi atau disahkan oleh pengasuh, ketua pengurus menegaskan bahwa semua proposal untuk pelaksanaan program kegiatan kepesantrenan harus dibuat dan masuk kepengasuh satu bulan sebelum kegiatan berlangsung. “Misalkan, teman-teman pengurus mempunyai program di bulan Oktober, proposalnya harus dirancang dan disetorkan ke pengasuh pada bulan ini (September, Red.),” ungkap Huri sambil menyeruput kopi.

Saya pun tak mau diam dengan penjelasan tersebut. Mengapa itu bisa terjadi? Santri asal Gapura, Sumenep, itu memberikan penjelasan lebih lanjut, proposal kegiatan yang masuk belum tentu bisa langsung diterima  oleh pengasuh.  “Ini sebagai bentuk dari maksimalisasi persiapan pelaksanaan program kerja dan memang kalau masuk ke pengasuh tidak langsung direkomendasi, biasanya masih direvisi,” paparnya.

Dengan alasan tersebut, ketua pengurus dalam waktu singkat akan melakukan sosialisasi kepada semua Waka untuk disamapaikan ke Seksinya masing-masing yang ada di bawahnya.


Penulis : Misbahul Munir

Editor     : Jamalul Muttaqien

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak