Komunitas Ilegal; Siap Harumkan Lubangsa

0
363

Komunitas Lubangsa terutama dalam karya tulis sastra sudah jelas berada di bawah naungan Pengurus Seksi Kesenian. Namun, di samping komunitas yang resmi, ada beberapa komunitas yang ilegal (bukan di bawah naungan kesenian), salah satunya adalah Komunitas Tanduk Payung (KTP). Komunitas ini sudah berjalan kurang lebih selama 5 bulan yang dimotori oleh Nuril Supriyadi (F/14). KTP ini merupakan komunitas yang  di dalamnya berisi tentang kritik membangun dan bedah puisi, baca puisi, pencerahan sastra, dan diskusi mengenai sastra kontemporer.

Kegiatan ini diadakan setiap malam sabtu setelah rutinitas kesenian selesai. Hal ini mendapat tanggapan positif dari koordinator seksi Kesenian,  sehingga hal ini tidak terlalu dipermasalahkan. ”Tidak apa-apa, bagus, asal tidak mengganggu pada rutinitas yang ada, artinya yang resmi,” Tutur Ust. Rofiqurrahman selaku koordinator seksi Kesenian.

Sebenarnya alasan komunitas ini dibangun agar menjadi pioner dan sekaligus sebagai agen perubahan dan pengembangan sebuah potensi terutama di bidang kesusastraan. “Tujuan utama Komunitas Tanduk Payung ini  dibangun sebenarnya untuk membentuk kekeluargaan dan bersama-sama berproses dengan teman-teman seperjuangan,” Ucap Nuril yang merupakan pencetus Komunitas Tanduk Payung.

Komunitas ini tidak mempunyai tempat yang inten. Semua tempat bisa dijadikan lahan untuk mengembangkan semua anggota KTP. Pada saat ini anggota tanduk payung ini hanya 12 orang, karena memang tidak dibuka untuk umum.  Akan tetapi, setelah disampaikan kepada Kesek. Kesenian, lagi-lagi mendapat dukungan penuh. ”Tidak apa-apa itu dibuka untuk umum kalau ada yang minat untuk ikut serta,” ungkap ust. Rofiq. Hal ini dimini oleh salah satu anggota KTP, Marzuqi. Untuk prosesi pendaftaran yang akan dibuka untuk umum, maka tidak lantas mengambil keputusan sepihak, melainkan tetap melewati jalan musyawarah. “Komunitas ini dibangun bersama, jadi kalau ada hal apapun yang bersangkutan dengan komunitas ini maka harus disosialisasikan bersama, termasuk menerima anggota baru,” Imbuhnya.

Alhamdulillah komunitas ini sudah ikut berpartisipasi dalam mengharumkan Annuqayah khususnya Lubangsa, karena karya anak-anak Tanduk Payung ini banyak memenangkan lomba-lomba nasional, di antaranya karyanya sudah terantologi di rumah kata kita dengan tema ‘bebas’, ‘Aku’ 2016, Genom dengan tema ‘Pohon’ Yogyakarta 2016, Ellunar dengan tema ‘Kembang Api’ 2016, dll.

Dari saking antusiasnya Ust. Rofiq dalam pengadaan komunitas KTP ini, ia memberi harapan-harapan agar komunitas ini tetap eksis dan dapat mencetak kader yang baik. Akan tetapi, jangan lupakan komunitas yang sudah disediakan oleh Lubangsa. “Semoga lebih baik dan sukses,” pungkasnya. [Qi/Di]


Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak