Langkah Progres, P2PK Laksanakan Pengecekan Kitab

0
75
TELITI: Pengurus P2PK saat mengecek kelengkapan kitab santri semua jenjang Jum'at Malam (28/8) kemarin. Foto: Humas

Lubangsa_Dunia pesantren tidak akan pernah lepas dari mengaji kitab turats. Hal demikian menjadi identitas santri sejak dahulu hingga kini. Dalam upaya merawat tradisi lama (salaf), Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa menetapkan materi ajian kitab santri yang menjadi pegangan wajid PP. Annuqayah, yang dipetak sesuai jenjang pendidikan formal.

Selain hal tersebut, Pengurus Pendidikan, Pengajaran dan Pengembangan Keilmuan (P2PK) melaksanakan pengecekan kitab ajian santri. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan belajar mengajar santri di PP. Annuqayah daerah Lubangsa.

Program yang dilaksanakan P2PK pada Jum’at malam (28/8) kemarin mengecek kitab-kitab ajian semua santri. Hal tersebut dilaksanakan secara serentak komplek A (MTs sederajat) dengan kitab; Ta’lim Muta’alim, Jala ul-Afham, dan Fathul Qarib. Komplek B (MA sederajat)  dengan kitab; Risalatul Mua’wanah, Nurud Dholam, dan Sullamut Taufiq. Dan komplek C (mahasiswa); Fathul Mu’in, Minhajul Abidin, Riyadhus Shalihin, Syarhul Hikam, Tafsir Al-Quran, dan Itmamu Dirayah Li Qurra’inniqayah.

Bang Bang Ilyasin selaku ketua seksi P2PK mengatakan pengecekan kitab akan ada setiap ada pergantian kitab baru atau setiap kali ada kitab yang sudah khatam diajian supaya santri benar-benar membawa kitab sesuai jadwal.

Lebih lanjut, pengurus asal Gapura tersebut menjelaskan pengecekan kitab ajian ini lahir  atas inisiatif WAKA I dan P2PK sendiri. “Latar belakang adanya pengecekan kitab ini karena banyaknya santri yang tidak mempunyai kitab. Nah, demi meningkatkan  kesadaran santri  bahwa ia mondok di PP. Annuqayah Lubangsa, sebagaimana umumnya santri, mereka harus punya kitab. Ini sebenarnya adalah inisiatif WAKA I dan P2PK,” ujarnya kepada wartawan Koran Lubangsa di depat kamar A/28.

Sebagai konsekuensinya, serupa yang diancamkan WAKA I dan P2PK tersebut, bila sampai waktu liburan pesantren masih belum memilik kitab, maka liburan akan diskorsing hingga yang bersangkutan memiliki kitab. Dan juga saat ajian berlangsung, apabila ada santri yang tidak membawa kitab maka akan dihukum berdiri di luar masjid hingga ajian selesai.


Penulis: Haikal Faqih

Editor: Abd. Aziz

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak