Lomba Salawat Festival Ikstida Cerdas Bermarwah dan Meriah

0
172
Menikmati: Peserta Lomba Sholawat FEstival Ikstida Cerdas saat membacakan shalawat

Lubangsa_Pada Rabu, Malam Kamis (24/03) Festival Ikstida Cerdas kembali laksanakan rentetan kegiatannya yaitu lomba baca salawat yang ditempatkan di Masjid Jamik Annuqayah Lantai II. Kecuali lomba Resensi buku, lomba baca salawat merupakan lomba terakhir dalam satuan rangkaian gebyar lomba yang diselenggarakan oleh Panitia FIC. Sebagaimana rentetan lomba yang lain, lomba ini diikuti oleh seluruh anggota otonom yang mendapat legalitas dari masing-masing otonomnya. Artinya, yang boleh mengikuti lomba ini hanyalah anggota yang didelegasikan otonom. Masing-masing otonom maksimal dua regu, dan setiap regu terdiri dari tiga orang.

Lomba yang sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw. ini dimulai pada pukul 21.00 WIB tepat setelah bel makan dibunyikan. Sebagaimana pemaparan salah satu Panitia Tim Lomba, Roisu Wildan, lomba salawat sengaja diletakkan di Masjid. Alasannya “Ya biar nuansanya lebih agamis. Apalagi, jurinya adalah pengurus Takmir Masjid Annuqayah yang kualitasnya tidak bisa dipungkiri lagi. Dengan itu, mutu dan marwah lomba salawat ini saya kira makin terangkat,” tutur mahasiswa semester VIII tersebut.

Kemudian, satu persatu peserta mulai melantunkan kalimat-kalimat barzanji itu. Setiap peserta hanya diberi jatah waktu tujuh menit. Dalam durasi waktu yang cukup sedikit itu diharapkan setiap regu telah memaksimalkan pembacaan salawat yang dikira penting dengan lagu yang terbaik. “Yang sangat saya prioritaskan adalah makhraj, lagu, dan sentuhan perasaan ketika salawat dilantunkan. Jadi, sebagaimana imbauan panitia, saya tidak terlalu memperhatikan kalimat atau syi’ir nomor berapa yang dibaca peserta. Penilaiannya lebih kepada penampilan, adab, dan lantunan lagunya,” pungkas juri yang bernama Iskandar itu.

Salah satu peserta lomba mengakui bahwa perlombaan ini dirasa memiliki nuansa yang berbeda. Bisma Akbar, peserta delegasi Otonom Persataun Santri Gapura (Pasra) menyatakan, “Kalau membaca salawat sebenarnya saya sudah biasa. Tetapi, mungkin karena ini adalah perlombaan, ada juri yang menilai dan ada ketakutan untuk salah, ternyata tepat pada saat saya mau maju hati saya deg-degan.”

Adanya lomba ini sebenarnya bertujuan sebagai bentuk pembuktian dari proses kinerja pengurus terutama pada kegiatan Rutinitas malam Selasa yang dilaksanakan seluruh Orda Lubangsa. “Pembacaan salawat merupakan salah satu di antara manual acara Rutinitas malam SELASA. Sehingga, kami dari divisi I selaku yang menaungi lomba ini mengusulkan kepada panitia untuk diikut sertakan dalam gebyar lomba dengan tujuan menjadi tolok ukur dari proses kaderisasi yang telah dilaksanakan selama satu periode,” ungkap Moh. Unis selaku pengurus anggota divisi I.

Usai lantunan salawat menggema di langit-langit Masjid dengan beragam lagu yang menggetarkan hati, kegiatan ini pun selesai tepat pada pukul 23.30 WIB. Lomba salawat kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Iskandar, Juri tunggal dalam gebyar lomba Festival Ikstida Cerdas.


Penulis: Rizal Fadil

Editor: Muhtadi

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak