Lubangsa Putri Laksanakan Diklat Kutubiyah

0
645
Peserta Diklat Kutubiyah Menyimak Materi dari Pemateri, Selasa (03/06). Foto: Imroatul Hasanah.

Lubangsa Putri_Aktifitas padat awal periode, tidak menjadi alasan bagi santri PP. Annuqayah Lubangsa Putri untuk beristirahat dari aktifitas berat. Memasuki hari ke 4 setelah balik pesantren, PP. Annuqayah Lubangsa Putri menyelenggarakan Diklat Kutubiyah dengan metode Mu’allim asuhan Kiai Dawam Mu’allim, Sarang Rembang Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak tanggal 01 Juli  ini disambut cukup antusias oleh segenap santri, 59 anggota delegasi dari lembaga Syu’bah al-Lughah al-Arabiyah, Jam’iyah Ta’miq al-Kutub, serta dewan asatidz Madrasah Diniyah Baramij al-Tarbiyah wa al-Ta’lim aktif mengikuti kegiatan yang direncanakan akan berakhir pada  07 Juli 2018. Melalui kegiatan ini, pengasuh menargetkan kecakapan santri dalam bidang kutubiyah, khususnya Nahwu dan Sharraf sebagai kunci memahami kitab turats, literatur khas pesantren yang kini sudah semakin memudar di kalangan santri.

Sengaja dilaksanakan di awal periode, karena sebagian besar objek dari kegiatan ini adalah berstatus sebagai Mahasiswa  yang saat ini masih berada dalam masa liburan panjang menuju pergantian semester. Pengurus pesantren mengharapkan, seluruh anggota serius mengikuti kegiatan ini, karena tidak semua santri berkesempatan untuk mengikutinya mengingat terbatasnya kuota peserta yang  menjadi target penyelanggara.

“Saya merasa sangat beruntung berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Di samping memang karena kewajiban kita sebagai santri memahami kitab turats, saya pikir ini merupakan kesempatan langka karena pembimbingnya adalah penulisnya sendiri. Semoga barokah”, Sofiyatus Shalihah salah satu peserta kegiatan menyatakan kegembiraannya ketika diwawancarai oleh kru media ini.

Karena terbatasnya peserta yang dapat mengikuti diklat ini, pengurus Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keilmuan (P2WK) sebagai penyelenggara kegiatan mengimbau agar  peserta diklat dapat berbagai pengetahuan dengan santri yang yang lain, baik melalui materi pembelajaran yang diajarkan di LSO, Madrasah Diniyah ataupun rektif LSO.


Penulis: Imroatul Hasanah & Nur Fadiah Anisah

Editor: Fadhilatul Aini

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak