Mading X-Try Edisi 3 Terbit Tepat Waktu

0
340

Sudah menjadi biasa dilakukan Kru Mading X-Try, Ikatan Santri Timur Daya (IKSTIDA) berkumpul di Blok A-1, kamar yang ditempati salah satu senior Ikstida  itu menjadi tempat berproses dalam bidang penerbitan.

Tetapi dalam penerbitan Mading X-Try edisi ke-3 itu sempat pindah kamar ke Blok B-16 untuk mencari suasana baru dalam moment penerbitan terakhir itu. Separuh perjananan proses penerbitan tiba-tiba karamarnya diperbaiki, akhirnya kru kembali menempati ruang redaksi lama yakni Blok A-1.

Abd. Aziz, Pemimpin Redaksi, mengatakan bahawa penerbitan edisi terakhir mamakan waktu yang cukup lama yakni 12 hari. Pasalnya, ada banyak wawancara yang tidak langsung sesuai dengan target.

Meski lama, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut santri asal Gapura pihaknya ingin memaksimalkan penerbitan terakhir tersebut, agar Mading X-Try tetap ingin mempertahankan predikat terbaik dari mading yang lain seperti yang sebelumnya terjadi. “Dulu semasih Mading X-Try dipegang saudara Syafik Ramadhan sebagai Pemimpin Redaksi, mereka rela semalaman begadang demi terbit sesuai dengan harapan,” Tambahnya.

Berbeda dengan yang disampaikan M.Habib Mukhtar, Sekretaris Mading X-Try bahwa penerbitan mading yang ada di Lubangsa semuanya dapat dihitung lama, sebab menurutnya mading dilakuka oleh redaksi dengan tulisan secara manual. “Karena prosesnya secara manual (tulisan tangan, Red) dan mencari design yang sekiranya dapat menarik perhatian pembaca, kami harus cermat dan kreatif, agak lama dikit,” ungkap siswa kelas akhir itu.

Bersama Kurniawan, Wakil Sekretaris Redaksi, Habib (sapaan akrab M. Habibullah Mukhtar) beserta Pimpinan Redaksi, ketua Divisi III, Ketua Ikstida mengerjakan lembar demi lembar, bahu-membahu dalam memberi arahan satu sama lain mulai dari tahap awal penerbitan sampai pemajangan di depan Kantor Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa.

Detik berganti menit, barganti jam, akhirnya arloji salah satu kru menujuk pukul 21:55 sudah hampir dikatakan selasai penerbitan Mading X-Try tersebut. “Tinggal dicek dan dicroscek kembali,” ungkap kru yang enggan disebut namanya, sambil memegang dua lembar kerta yang masih belum ditulis dan dilay-out.

Waktu berlalu, seperti angin yang kini kerap kali mendinginkan tubuh. Tanpa terasa bel tidur terdengar. Terdengan suara rintik hujan berjatuhan. Hal itu membuat Ketua Ikstida resah. Sebab, akan mengganggu proses pemajangan. “Jika terkena air, sepertia sia-sia yang kita kerjakan mulai dari kemarin,” ucap Subaidi Barma. “Semoga saja nanti hujannya reda,” tambahnya.

Benar saja, lewat tengah malam hujan mulai mereda. Tepat jam 03:20 pagi bersamaan qira’ah subuh terdengar dari kejauhan, satu persatu lembar yang telah selesai, kemudian ditempel di kotak yang telah disediakan Pengurus Pembinaan dan Penerangan Organisasi (P2O) di depan Kantor Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Rasa bahagia dan puas tampak dari wajah setiap kru. “Akhirnya bisa terbit,” Ungkap Saifil Mu’iz, Kadiv Devisi III bagian Pers itu.


Penulis : M. Habibullah Mukhtar

Editor    : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak