Malam-Malammu dan Cinta, Ego, dan Ilusi

0
187
Sumber: Tripadvisor

Puisi Afifah Zahira

Malam-malammu

;KF

Malam ini angin berdesir pelan, Ustaz

Begitu juga bayang wajahmu

Merambat, menjalar tepat

Di pelupuk mata

 

Tepat saat rembulan itu jatuh,

Terang di ujung kesunyian

Desik-desik bekas suaramu

Mengalun merdu

Seperti percakapan kita ditelepon siang itu

Pertanda bahwa engkau

Tak terkalahkan oleh kesunyian

Atau tenggelam

Di tengah riuhnya lalu lalang orang-orang

 

Kemarilah, Ustaz

Lipatlah jarak yang menjadi sekat

Antara kita

Sebab malam masih panjang

Dan rembulan enggan tuk pulang walau sebentar

Annuqayah 09 September 2019

 

Puisi Kamila Ming

Cinta, Ego, dan Ilusi

Kembali kutemukan alur cerita yang nyata
Yang kau rajut dengan segala asa
Aku memahami adanya puisi yang bertajuk
“cinta dalam dekapan ego”
Jangan biarkan sepi menguasaimu
Dalam gelap hanya ada kau dan aku
Merangkai sebuah temu yang semu
Hati yang tenteram, serta jiwa yang bening
Bisikkan pada langit
Bahwa puisiku tak pernah enyah digerogoti waktu
Aku kembali temukan serpihan rasa yang telah lama terlupa

Biarkan aku mengadu
Tentang dunia yang begitu fana
Tentang langkahku yang tak pernah lepas dari namamu
Biarkan aku menangis
Menghayati segala sakit yang kurasa
Meninabobokkan duka yang pernah ada

Aku hampir mati
Di ruang gelap tanpa cahaya
Di dalam lingkaran bernama siksaan
Aku hilang arah
Melihat jejakku yang mulai buram
Detik demi detik yang telah mengkritik
Menghina aku yang tak dapat kau dekap

Lihatlah,
Senyumnya mulai memudar, terbengkalai
Oleh perginya sang pujaan hati
Bukan lagi aku yang kau sebut dalam bait puisimu
Bukan lagi aku yang kau jadikan lekukan di bibirmu
Aku begitu memahami,
Tentang kau yang terlahir dalam ruang bernama ilusi

*Puisi ini pernah dimuat di Nusantara.news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here