Muara Siapkan Pelatihan Investigasi

0
386

Majalah Muara Pondok Pesantren Annuqayah, Minggu malam (19/03) melakukan Rapat Persiapan (Raper) untuk melaksanakan pelatihan investigasi, Raper dilakukan di Kantor Redaksi, setelah hadiran Insya’, Raper tersebut juga ditemani oleh Wakil Seksi (Wakasi) Kepustakaan Penerbitan Pers (KP2), Fahrur Rozi, menurutnya persiapan pelatihan investigasi harus segera dipersiapkan mulai sekarang, agar nanti Redaksi tidak kelimpungan menghadapi materi yang akan disampaikan oleh penyaji.

Rapat Persiapan (Raper) itu diisi dengan diskusi seputar tema Muara yang dimulai sejak dua malam berturut-turut, tidak lain, menurut Ketua Seksi (Kasi) KP2, Misbahul Munir, sebagai upaya untuk mematangkan opini, dan upaya penyatuan berbagai referensi yang akan dibutuhkan nanti. Sehinga ia meminta agar Raper diisi dengan diskusi seputar masalah tema Muara yang dianggkat ke permukaan, setelah selesai menemukan pokok masalahnya. mantan Pimpinan Redaksi Muara itu menambahkan agar Raper terus dilanjutkan dengan pembentukan hipotesa dengan berbagai sumber masalah yang ada.

Dewan Redaksi Majalah Muara, Jamalul Muttaqin, juga tidak tinggal diam untuk meminta seluruh kru agar benar-benar serius melakukan Raper persiapan Investigasi, selain itu Dewan juga berharap agar kru selalu intens berada di kantor redaksi, kendatipun tidak ada Raper atau diskusi, karena menurut santri asal Gapura itu Kantor Redaksi seharusnya selalu diisi dengan diskusi dan menulis.

Pimpinan Redaksi, Saifil Mu’iz disinggung soal persiapan pelatihan Investigasi, pihaknya mengaku sudah 85 % siap.  “Pelatihan ini sudah dirancang beberapa minggu yang lalu, tapi selalu gagal, InsyaAllah pelatihan akan dilaksanakan pada Rabu Sore, tanggal, 21 Maret nanti,” tuturnya kepada Koran Lubangsa. Pihaknya, sudah menghubungi Paisun sebagai pembimbing investigasi nanti sekaligus penyaji.

Persiapan tersebut juga diamini oleh Abd. Warist selaku Redaktur Pelaksana, menurutnya Raker yang sudah dilakukan selama dua malam sangat mendukung terhadap persiapan pelatihan investigasi nanti, tinggal penentuan tanggal, dan pengelisan pesantren untuk dijadikan objek investigasi Muara. “Ya, setelah pelatihan investigasi ini mungkin kru akan langsung turun lapangan,” tutur Warist  El-Zafr, sapaan Abd. Warist kepada Koran Lubangsa.


Penulis : Jamalul Muttaqin

Editor   : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak