Lubangsa Putri-Pengurus Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Santri Pantai Utara (IKSAPUTRA) melaksanakan acara Muhadarah Orda, Kamis (09/01/20) malam. Acara yang dilaksanakan di panggung PP. Annuqayah Lubangsa Putri ini merupakan salah satu program kerja Pengurus PPA. Lubri seksi Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (P2O), Pengurus  yang membina serta merangkul seluruh Orda di Lubri. Muhadarah ini adalah beberapa dari upaya pengurus P2O untuk meningkatkan bakat dan kreatifitas seluruh anggota Orda.

Acara yang sebenarnya akan dimulai sejak pukul 08:30 harus diundur sekitar satu jam karena turunnya hujan. Namun hal ini tidak menjadi kendala bagi Pengurus Iksaputra untuk tetap melanjutkan acara ini. Muhadarah Orda  diisi dengan beberapa penampilan yang  sudah ditentukan oleh pengurus P2O serupa Syarhii Alquran,  Paduan Suara, Sambutan Ketua Orda, Dai serta penampilan bebas seperti drama madura. Setiap penampilan ini wajib menggunakan bahasa Madura sebgaimana yang sudah ditentukan oleh P2O dan telah menjadi ciri khas Muhadarah Orda setiap tahunnya.

Seluruh Pengurus Iksaputra sangat antusias dalam  melaksanakan acara ini. Panggung Lubri dikonsep dengan sedemikian menariknya dan disesuaikan dengan tema. Tema yang diangkat oleh Iksaputra dalam Muhadarah Perdana ini “Pandhaba, Panola’ Bhalaih”.  Tema yang sangat sederhana, namun ini merupakan salah satu upaya   Pengurus Iksaputra untuk mengeksistensikan budaya Pandhaba yang dipercaya dapat menolak bencana atau bhalai.

“Melaksanakan acara yang sederhana seperti ini, tidak cukup dengan persiapan yang sederhana. Butuh persiapan yang matang supaya bisa berjalan dengan lancar. Apalagi orda Iksaputra mendapat undian pertama di antara orda-orda yang lain. Saya berharap setelah Muhadarah ini seluruh anggota Iksaputra mampu melestarikan budaya pandhaba yang merupakan budaya asli pantai utara dan madura pada umumnya”, tutur Khozaimatun, Ketua Iksaputra 2018-2020.


Penulis: Elyatul Mu’awanah

Editor: Nur Fadiah Anisah

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak