Nadzom Kerinduan; Pandemi Covid-19

0
197
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kindpng.com%2Fimgv%2FxTibox_clip-art-rebana-png-transparent-png-png-download%2F&psig=AOvVaw1nQ59r_8V997B0d8aYE3P1&ust=1591188410181000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCJCV2NWr4-kCFQAAAAAdAAAAABAX
:M. Fadhil Hasan
 
Jam berdentang lebih kencang dalam dada
Sampai tak kudengar langkah kata-kata
Sesuatu yang ganjil menjalar-jalar
Begitulah kusaksikan samar-samar
 
Yang paling teduh setelah kerinduan
Adalah doa-doa yang masih terus ingin bertahan
Sebab air mata lebih runcing lagi
Ketimbang tajam jarum serta duri
 
Aku percaya di balik matamu pula
Terbentang jalan sunyi setelah luka
Kelak akan tumbuh pohon-pohon rindang
Serindang bulu mata ibu yang tenang
 
Aku memang tak sengaja lambaikan tangan
Sebab di dada sudah ada denyutan
Di mana tangan untuk mencipta pelukan
Setelah lama menyimpan kerinduan
 
Selamat pagi selagi masih sepi
Aku utus doa dengan ucap bismillahi
Biarkan sejenak ia diam sementara waktu
Dan dadaku jadi terminal bagi pandemi rindu
 
Semoga suatu hari kita tak lagi bermain rindu
Sebab polemik pandemi selalu gagal mencipta temu
Hingga kelak dibaca oleh bunga-bunga
Sebab jarak dan rindu bukankah sebatas kata
 
Sumenep, 2020

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak