Neng Amna; Wisudawati Cilik Alfiyah Ibn Malik PP. Annuqayah Lubangsa Putri

2
214
Neng Amna saat dimunaqasyah oleh munaqisy (dok. Lubri)
Neng Amna saat dimunaqasyah oleh munaqisy (dok. Lubri 19/2/21)

Lubangsa Putri_Jum’at, 19 Februari 2021 M. bertepatan pada 06 Rajab 1442 H. PP. Annuqayah Lubangsa Putri kembali menggelar kegiatan seremonial tahunan yaitu Penutupan dan Wisuda Terbuka VII, yang secara khusus menjadi kegiatan wajib Lembaga Semi Otonom Jam’iyah Ta’miq al-Kutub. Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi sangat spektakuler di tahun ini. Tidak hanya karena peserta wisudawati terhitung lebih banyak dari tahun sebelumnya, juga tidak hanya karena untuk pertama kalinya pelaksanaan wisuda menghadirkan wali putra khusus mereka yang diwisuda, melainkan juga karena ada peserta wisudawati cilik yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi wisuda, bahkan sejak munaqasyah untuk pelulusan. Para santri memanggil beliau dengan nama “Neng Amna”, salah satu cucu Drs. KH. A. Warits Ilyas Asy-Syarqawi (alm), Pengasuh PP. Annuqayah Lubangsa Guluk-Guluk Jawa Timur, yang usianya genap 5 tahun pada tanggal 06 Februari 2021 lalu.

Tingkatan yang dipilih tidak tanggung-tanggung, dari  empat tingkatan di LSO JTK yaitu Tingkat Khushushiyyah; Tingkat Mubtadi’ah yang menghafal Nadzm Al-Imrithi; Tingkat Wushtha yang menghafal Nadzm Al-Maqshud dan Tingkat Mutaqaddim yang menghafal Nadzm Alfiyah Ibn Malik, beliau memilih menghafal nadzm setingkat mutaqaddim, yaitu Nadzm Al-Fiyah Ibn Malik.

Berdasarkan hasil wawancara Pengurus Pers Lubangsa Putri kepada pihak keluarga dan orang-orang terdekat beliau, Neng Amna memilih sendiri nadzm ini tanpa ada paksaan atau tekanan dari siapapun, “Amna dari Januari lalu, tiba-tiba sering sebut-sebut Al-Fiyah, mungkin karena sering ke pondok bersama mbak-mbak JTK, jadi saya coba selingi di sela bermainnya membaca satu nadzm Al-Fiyah bab muqaddimah yang ternyata dia sudah hafal, waktu itu dia sudah hafal dua bait. Baru setelah hari itu saya bikin seru-seruan baca Alfiyahnya di rumah. Saya tambah nadzm yang belum dihafal saat sarapan, mau tidur, setelah ngaji, atau saat bersantai yang ternyata dia hafalin nadzm itu tanpa saya suruh,” jelas Nyai Shafiyah A.Win kepada tim Pers saat ditemui di panyabisan dhalem pada Sabtu pagi tadi. (20/02/2021)

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa beberapa nadzm yang dihafal Neng Amna bersama mbak-mbak semakin hari semakin bertambah, tidak hanya menghafal, beliau juga tekun mengulang hafalannya. “Takrirannya kalau tidak di rumah ya sama mbak-mbak yang jadi teman mainnya  Amna, tambah hafalannya juga dia lakukan kadang saat main sama mbak-mbak, ” saat ditanya siapa teman main yang dimaksud, beliau menjawab “Teman mainnya di pesantren ya biasanya dengan mbak Fa, dengan mbak Mila, mbak-mbak yang selalu standby di kantor, mbak-mbak JTK, ya mbak-mbak santri secara umum juga sih, karena Amna alhamdulillahnya tidak pilah-pilih teman,” lanjut beliau.

Sebelum acara wisuda digelar, terlebih dahulu para santri lembaga JTK dimunaqasyah, tak terkecuali Neng Amna yang berkenan untuk dimunaqasyah. Beliau di munaqasyah langsung oleh Ustadz Zaini dengan diberi beberapa pertanyaan. Mulanya beliau membaca nadzm dengan santai tanpa beban layaknya anak kecil yang bernyanyi lagu kesukaannya. Neng Amna melantunkan Nadzm Alfiyah bait demi bait dengan merdu. Dilanjutkan menjawab soal dari Ustadz Zaini yang dijawabnya pun dengan tegas, lugas dan santai.

Foto saat Neng Amna mengikuti munaqasyah pelulusan calon wisudati Alfiyah oleh Ustadz Zaini Mudarris di MD.BAW (dok. Lubri 29/1/21)

“Munaqasyahnya 29 Januari lalu, kebetulan yang menjadai munaqisy (baca: penguji) Ustadz Zaini Mudarris,  salah satu pembimbing lembaga JTK, dan Neng Amna memang mau sendiri untuk ikut munaqasyah seperti mbak-mbak lainnya yang disoal bil-lisan langsung oleh Ustadz,” jelas  salah satu teman bermain beliau di pesantren, yang dipanggilanya mbak Fa. “Sepulang dari munaqasyah neng Amna sowan ke Neng Ovie sambil jingkrak-jingkrak karena sudah selesai dimunaqasyah. Saat ditanya grogi apa tidak, beliau jawab tidak sama sekali. Dan saat ditanya kenapa neng Amna semangat sekali, beliau menjawab karena ingin diwisuda sama mami (panggilan akrab Neng Amna untuk Neng Ovie)” lanjut mbak Fa.

Foto saat Neng Amna dikukuhkan oleh Nyai Shafiyah A.Win sekaligus sosok yang dipanggil beliau dengan sebutan “mami” (dok. Lubri 19/2/21)

Ustadz Zaini benar-benar tidak menyangka kalau akan ada peserta munaqasyah cilik karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya. “Beliau sangat terkejut sekali waktu itu, dikirannya Neng Amna hanya ikut saya. Beliau juga tidak menyangka kalau hafalnya tidak hanya bab muqaddimah. Karena saking kagumnya, Ustadz merasa iri sekali dengan kesungguhan Neng Amna, dan ingin jadi teman belajar Neng Amna,” jelas salah satu peserta munaqasyah yang juga teman bermain Neng Amna, Siti Ummu Kultsum.

Proses belajar yang dinikmati dengan dukungan keluarga besar PP. Annuqayah Lubangsa dan orang-orang terdekat mampu mengantarkan Neng Amna ke panggung pengokohan sebagai wisudawati Nadzm Alfiyah Ibn Malik pada Jum’at, 19 Februari 2021 kemarin. Di panggung ini, Neng Amna juga menunjukkan hafalan Alfiyah dan sikap tenangnya dalam menjawab soal melalui demonstrasi terbuka.

Foto saat Neng Amna menerima Syahadah (Ijazah) wisudawati cilik Nadm Alfiyah oleh Nyai Nur Diana, A.Win (dok. Lubri 19/2/21)

Menjadi tahun berkah diusianya yang ke 5 di bulan Februari ini, karena di usia sedini itu beliau sudah mampu menghafal bait nadzm Alfiyah ibn Malik sebanyak dua bab dan 5 bait bab berikutnya. Beliau mantap mengangguk saat ditanya akan mengikuti prosesi wisuda yang diselenggarakan lembaga Jam’iyah Ta’miq al Kutub (JTK) dan dengan mantab mengutarakan kata “senang” saat ditanya perasaannya mengikuti wisuda bersama santri yang lain. [*] 

Foto bersama Neng Amna bersama Wisudawati lainnya usai dikokohkan dan pengasuh PPA. Lubri (dok. Lubri 19/02/21)

Penulis: Nurul Iman

Editor: Dananil Qayyum dan Zakiyatul Miskiyah

2 KOMENTAR

  1. Annuqayah is the best dan manfaatnya dpat di rasakan semua kawasan terutama timur daya walaupun saya pribadi bukan alumninya namun mayoritas guruku adalah keluaran terbaik annuqayah yg dapat menjaga amanat segaligus Marwah annuqayah. Selamat buat Ning Amna warist

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak