Orda Ikstida Angkat Tema Jhung-Rojhung : Ngangghi’ Serat Majhurbhu Bangsa

0
550
Penampilan Paduan Suara Ikstida (Parada) pada Muhadharah Orda Ikstida.

Lubangsa Putri-Pengurus Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (Ikstida) realisasikan salah satu program kerja pengurus Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (P2O) yaitu Muhadharah Orda pada Senin malam (3/2) di halaman PP. Annuqayah Lubangsa Putri.

Acara tersebut dikonsep sesederhana mungkin sesuai dengan tema (Kebudayaan; Red) dan aturan dari pengurus P2O saat sosialisasi Muhadharah Orda ketika Sekolah Organisasi (SO) kemarin. Adapun tema muhadharah Orda Ikstida malam itu yaitu “Jhung-Rojhung: Ngangghi’ Serat Majhurbhu Bangsa” dengan konsep acara asli ciri khas timur daya yaitu dengan dimeriahkan tari muang sangkal dengan tujuan acara berlangsung sesuai dengan harapan, sukses dan tidak ada kendala apapun. Dilanjutkan dengan adegan latar dengan nuansa silat.

Acara tersebut dihadiri oleh ketua pengurus, wakil ketua II, pengurus P2O, ketua Organisasi Daerah (Orda), anggota Ikstida dan anggota organisasi daerah lainnya yang juga ikut memeriahkan acara malam itu.

Acara demi acara telah berlangsung dan berjalan sesuai dengan apa yang  direncanakan, mulai dari Syarhil Qur’an, Paduan Suara Ikstida, Puisi, pidato, Drama Mini hingga penampilan bebas yang kesemuanya menggunakan bahasa Madura sesuai dengan tema yang diusung oleh pengurus Ikstida. Nur Faizah, Ketua Ikstida Masa Bakti 2019-2020 M menyampaikan, “Jhung-Rojhung merupakan salah satu kebudayaan Madura yang sampai saat ini tetap dilestarikan, tujuannya selain untuk mempererat hubungan silaturahim antar-masyarakat juga untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang dirasa sangat berat. Contohnya dalam kehidupan masyarakat gotong royong membangun rumah, gotong royong dalam acara perkawinan dan lain sebagainya. Selain itu dalam kehidupan pesantren contohnya gotong royong dalam menyukseskan acara malam ini, sebagaimana yang sering kali kita dengar dalam lirik lagu Khairun Nas, ‘Mun ikhlassa nolongi tatangghe lakar ta’ menang ka reng madura’, dari hal itu sangatlah penting mengaplikasikan dan melestarikan kebudayaan gotong royong dalam kehidupan kita sehari-hari,” Jelas ketua Ikstida terkait tema dalam sambutannya.


Penulis: Mahruzah

Editor: Nur Fadiah Anisah

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak