Orda Persal Angkat Tema Toron Tana; Munajhet Awal Parjhelenan

0
471
Salah satu anggota Persal yang tampil syarhil Qur'an pada acara muhadarah Orda

Lubanga Putri-Orda Persatuan Santri Lenteng (Persal) mendapatkan urutan ketiga (23/01) untuk tampil di panggung Lubangsa Putri. Muhadharah dimulai sekitar pukul 20:30. Hal yang paling unik dari acara tersebut adalah semuanya harus memakai bahasa madura, mulai dari MC, syarhil, sambutan, tausiyah, syi’ir, dan juga penampilan.

Pengurus Persal yang mengusung tradisi Toron Tana; Munajhet Awal Parjhelenan. Tema tersebut ingin menyampaikan bahwa tradisi  lama yang ada masih terpelihara dengan baik di kalangan masyarakat dan tetap dalam haluan syariat Islam hingga hari ini. Tradisi tersebut mendeskripsikan bahwa kecenderungan seorang anak yang belum terkontaminasi oleh apapun terkadang bisa menunjukkan masa depan si anak, namun tidak sepenuhnya benar, karena budaya Toron Tana adalah sebuah munajhet yang dilakukan oleh manusia sebagai mahluk yang tidak mempunyai kekuasaan. “Adhet toron tana ka’dhinto e rayaaghi manabi anak ampon omor pettong bulen” terang Lulu’atul Kamaliah, ketua Persal, dalam sambutannya.

Acara ditutup dengan penampilan lucu yang berpotensi mengocok perut para undangan dan penonton. Drama yang dilakonkan sangat sederhana namun makna yang tersirat sangat menyentuh kehidupan sekitar.


Penulis: Zahra’ul Jannah

Editor: Nur Fadiah Anisah

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak