Pecinta Alam, Pemberdaya Lingkungan

Pecinta Alam, Pemberdaya Lingkungan

0
380
Promosi: Fitri (owner Kopi Kulit Pisang) berfoto bersama K. Faizi (Pengasuh PP. Annuqayah daerah Sawajarin) sedang mempromosikan produk Kopi Kulit Pisangnya.

Annuqayah adalah pesantren yang banyak melahirkan aktivis-aktivis lingkungan, dari kiai hingga santri memiliki kecintaan yang besar pada alam. Perindividu dan kelompok menciptakan gerakan peduli lingkungan. Konsep Islam rahmatan lil ‘alamien semakin tampak melalui kegiatan-kegiatan yang bersinggungan dengan pemberdayaan lingkungan.

Annuqayah tidak sepi dari pegiat lingkungan. Fitria Nurul Imamah adalah salah satu santri Annuqayah yang mewarisi prinsip cinta alam dan peduli lingkungan. Pada tahun 2016, Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Sumenep melirik perempuan mungil ini karena ia memiliki minat yang tinggi untuk memberdayakan lingkungannya.

Fitri, sapaan akrabnya, lalu diajak DISPORA untuk mengikuti pelatihan kepemudaan bidang pemberdayaan masyarakat. Satu minggu dikarantina, sebanyak 70 peserta diseleksi untuk mengikuti pelatihan selanjutnya di tingkat Jawa Timur.

Bersama 15 pemuda lainnya, mahasiswi jurusan Hukum Ekonomi Syariah ini berhasil lolos mewakili Sumenep untuk melanjutkan pelatihan tingkat Jawa Timur. Di sana ia ditugaskan untuk meneliti pohon pisang sebagai salah satu sumber daya alam, Fitri meneliti mulai dari akar hingga daunnya.

Berhasil menjadi juara bidang pemberdayaan alam, dia pun pulang membawa pengetahuan baru. Mulanya Fitri berinisiatif untuk membuat krupuk dari pisang. Rupanya jiwa ekonomis berbanding dengan kreatifitas membuat anak tunggal ini tak ingin menyianyiakan sedikitpun dari buah pisang yang ditelitinya. Ia pun melanjutkan penelitian pada kulit pisang.

Pada jaman nenek moyang, kulit pisang ini dijadikan sebagai bahan jamu tradisonal. Fitri mulai berpikir untuk menjadikannya minuman saja. Beruntung orang Indonesia khususnya Madura adalah penikmat kopi berat, maka ia berinisiatif untuk membuat kopi berbahan dasar kulit pisang. Jadilah ia memproduksi kopi dari kulit pisang.

“Pertamanya produk ini ditolak konsumen, diejek dan diremehkan,” ceritanya. Tapi tentu Tuhan tidak menyia-nyiakan segala proses. Kopi kulit pisang mengantarkan Fitri kepenobatan pemuda pelopor Sumenep bidang SDA. Dan di tahun yang sama pula ia kembali terpilih sebagai pemuda pelopor Jawa Timur di bidang yang sama. Tahun 2018 Sumenep kemudian memilihnya sebagai Duta Pemuda kabupaten.

Fitri menjelaskan, sejak masih duduk di bangku sekolah PPA, ia telah tergerak untuk melakukan sesuatu melihat angka pengangguran di Sumenep yang tinggi. “saya tidak boleh ikut menjadi korban” ucap Fitri. Saat itu tahun 2014, Fitri mulai nge-craft sebagai jalan untuk mewadahi ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya

Lulus Aliyah, perempuan angota Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia ini, memilih untuk berhenti mondok namun tetap melanjutkan kuliah di perguruan tinggi Annuqayah. Sejak itulah ia melanjutkan apa yang sudah ia bangun sebelumnya. Sebagaimana cita-citanya ia ingin bermanfaat untuk orang lain.

Fitri mengaku ingin menjalani hidup seperti filosofi pohon padi, katanya, semakin banyak isinya semaik merunduk. Kini Fitri telah memberikan sinar terang di desa sekitarnya. Menjadi inspirasi bagi anak-anak dan memberdayakan ekonomi masyarkat. Hingga kini, sekitar 11 orang ibu rumah tangga yang menjadi timnya bekerja memproduksi kopi dan aksesoris.


oleh : Lailatul Q.   

pemenang I Lomba Menulis Features se- Annuqayah dalam rangka peringatan hari pers nasional (PHPN) PP. Annuqayah daerah Lubangsa.       

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak