Pemilihan Ketua Panitia KPU Lubangsa Dua Kali Putaran

0
302

Rapat pemilihan ketua panitia pelaksana Komisi Pemilihan Umum (KPU) ketua pengurus lubangsa masa bakti 2017-2019 sudah ditentukan. Meski, pemilihan ketua panitia tersebut sempat terjadi diskusi panjang tentang kriteria calon yang layak menjadi ketua panitia pelaksana.

Rapat yang bertempat di Aula Lubangsa pada Senin (20/12) dihadiri oleh ketua seksi dan wakasi kepengurusan lubangsa untuk memilih ketua panitia pelakasana KPU yang akan dilaksanakan pada 15 Januari 2017.

Sebelum pemilihan ketua penitia, Ali Hisyam, Ketua Pengurus Lubangsa mawarkan kepada peserta rapat, ada atau tidaknya kriteria ketua panitia pelakasana KPU. Tanpa harus banyak basa-basi peserta rapat menyepakati untuk tetap diadakan kriteria calon ketua panitia tersebut.

Ainul Yakin, Wakasi. Unit Usaha, memaparkan bahwa dalam pemilihan ketua panitia KPU harus terdiri dari pengurus harian pesantren, sebab program pemiliahan ketua pengurus memang ada di program harian pesantren. ”Karena harian pesantren yang punya program, otomatis ketua penitianya harus dari harian pesantren juga,” tegasnya.

Sementara itu, Maswari, Waka. I,  memberikan titik terang bahwa ketua panitia KPU dari pengurus harian pesantren nampak tidak logis. Sebab bila hal itu terjadi, ketua panitia dan Stering Comitte (SC) akan sama-sama dari pengurus harian. “Makanya, dalam hal ini kami kurang sepakat kalau pengurus harian yang jadi ketua panitia, kalau ketua SC-nya tidak apa-apa,” jelasnya.

Perdebatan penentuan kriteria calon ketua panitia tersebut nampak cukup lama,  tetapi pada akhirnya kriteria umum calon ketua panitia KPU hanya ada empat macam, yakni selain pengurus harian pesantren (kecuali SC), bukan ketua seksi kepengurusan Lubangsa, dipilih secara tertutup dan rangkin teratas langsung jadi ketua panitia.

Akhmad Riadi, Sekretaris harian pesantren, membagi-bagikan potongan kertas kepada peserta rapat untuk memilih ketua panitia KPU. Dalam penghitungannya, ada empat calon yang terpilih, yakni Romli satu suara, Amir lima suara, Ainul Yakin empat suara, dan M. Naufal lima suara. Sehingga berdasarkan kriteria rangkin teratas ketua panitia KPU jatuh pada M. Naufal.

Ali Hisyam, pemimpin rapat langsung menyerahkan pimpinan rapat pada M. Naufal untuk meberikan sambutan ddepan peserta rapat. Namun yang terjadi, M. Naufal malah memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak bisa dijadikan ketua panitia KPU tahun datang, pasalnya pada bulan Januari berbentuaran dengan kegitan wajib magang. “Bukan berarti saya tidak mau mejadi ketua panitia KPU, tetapi pada tangga l 1—30 Januari 2017 kami harus ikut magang sebagai kegiatan wajib di kampus,” paparnya.

Atas pernyataan tersebut, peserta rapat langsung melakukan pemilihan putaran kedua yang pada akhirnya hanya ada dua orang yang terpilih, yakni Amir tujuh suara, dan Ainul Yakin delapan suara yang otomatis dialah sebagai pemenangnya.

Ainul Yakin sebagai ketua panitia terpilih berharap agar dalam proses persiapan pemilihan ketua pengurus panitia siap membantu mesukseskan acara tersebut. Ia pun langsung menunjuk Maswari sebagai ketua SC dalam kepanitiaan.

Selain itu, Akhmad Readi, juga berharap semua panitia bisa bekerja dengan baik, termasuk membangun kesolidan antar pengurus pesantren Lubangsa. “Selain kita menghadapi santri, kita bisa memahami karakter pengurus yang satu dengan lainnya,”ujarnya sebelum menutup rapat.


Penulis  : Misbahul Munir

Editor    : Saifil Mu’iz

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak