Penganugerahan Santri Terajin Shalat Berjamaah

0
789
Pengasuh KH. Muhammad 'Ali Fikri, saat memberikan kenang-kenangan kepada santri terajin shalat jama'ah

Lubangsa_Jum’at (02/11) malam pengurus Peribadatan dan kepesantrenan (PK) melaksanakan penganugerahan santri terajin shalat berjamaah  untuk bulan september dan bulan Oktober di Masjid Jamik Annuqayah. Ketua Seksi Peribadatan dan Kepesantrenan, Al-Ustaz Khairul Anwar menyampaikan bahwa penganugerahan santri terajin shalat berjamaah akan direalisasikan setiap bulan. “kami akan rekap setiap bulan,”ungkapnya saat ditemui di depan Kantor Pesantren.

Acara pada malam itu dilaksanakan setelah shalat berjamaa’ah Isya’ berjamaah yang dipandu oleh Al-Ustaz Junaidi. Acara dibuka dengan pembacaan ummul quran kemudian dipasrahkan kepada ustaz Ahmad Fuad Hikam sebagai Wakil Ketua seksi PK untuk membacakan surat keputusan (SK) tentang santri terajin shalat berjamaah bulan September dan Oktober. Dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari KH. Muhammad ‘Ali Fikri M.Pd.I kepada seluruh santri yang dinobatkan sebagai terajin shalat berjamaah. Selanjutnya tausiyah pengasuh kepada seluruh santri.

Pengasuh PP. Annuqayah Lubangsa KH. Muhammad ‘Ali Fikri saat memberikan Tausyiyah kepada santri dan bincang-bincang dengan santri teraji shalat jama’ah

Pengasuh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri terajin shalat berjamaaah. Beliau juga mengharapkan ada beberapa nama santri baru yang masuk dalam terajin shalat berjamaah di bulan mendatang. “untuk menjadi santri terajin shalat berjamaah itu tidak mudah, butuh perjuangan. Reward ini mungkin tidak seberapa dengan perjuangan mereka rajin shalat berjamaah,”tuturnya di tengah sambutannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa prestasi yang didapatkan dengan rajin dalam shalat berjamaah biasanya juga akan berdampak terhadap pendidikan di sekolah formal maupun sekolah diniyah. Tidak hanya itu, pengasuh juga melakukan waancara kepada santri terajin shalat berjamaah terkait bagaimana mengatur waktunya di pondok pesantren yang sangat padat. “sepulang dari sekolah saya langsung ke masjid dan berdiam di masjid hingga shalat ashar dikumandangkan kemudian setelah ashar langsung berangkat ke madraah diniyah,”ungkap Daniel Patria Zaidir, salah satu santri yang memperoleh dua perhargaan di Bulan September dan bulan Oktober itu saat  diwawancarai oleh pengasuh. Acara pada malam itu ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama dan seluruh santri kembali ke biliknya masing-masing.


Penulis : Abd. Aziz

Editor : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak