Pengasuh Apresiasi Anggota DKL Berprestasi

0
152
Pengasuh memberikan kenang-kenangan kepada anggota terbaik DKL.

Lubangsa_Jumat (12/3) pagi panitia Sidang Terbuka dan Wisuda 1 menggelar acara Sidang Terbuka dan Wisuda I di depan Masjid Jamik Annuqayah. Acara tersebut bertujuan untuk bahan evaluasi, sebagai bahan motivasi bagi santri lain, sebagai apresiasi bagi yang rajin belajar, selaras dengan apa yang disampaikan oleh Syauqi Habibullah H. “Acara ini sebagai bahan evalusi, sebagai nilai tawar kepada mereka yang mungkin belum mengetahui out put dari adanya Darul Kutub Lubangsa sejauh ini, dan apresiasi bagi yang berprestasi,” ujarnya selaku ketua panitia kepada salah satu kru Koran Lubangsa.

Acara ini turut mengundang Ustaz Abd. Aziz, Kiai Zaini Mudarris, dan Kiai Ali Tsabit Habibi sebagai penguji sidang terbuka. “Kami mengundang Ustaz Abd. Aziz, Kiai Zaini Mudarris, dan Kiai Ali Tsabit Habibi sebagai penguji, namun sangat disayangkan Kiai Ali Tsabit Habibi tidak bisa hadir,” tambahnya. Tak hanya itu dalam acara teersebut juga turut mengundang ketua unit di bawah naungan pengurus Pendidikan, Pengajaran dan Pengembangan Keilmuan (P2PK) dan orangtua aggota DKL. “Kami juga mengundang unit P2PK, seperti Biro Pengembangan Bahasa Asing (BPBA) Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Nidzomu Tadrisil Quran (NTQ) dan orangtua anggota DKL, bahkan MC-nya memang sengaja kami memakai MC Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang tentunga kami ambil dari angggota BPBA Bahasa Arab dan BPBA Bahasa Inggris.” Jelasnya kepada Koran Lubangsa.

Rasa senang dirasakan oleh Ahmad Fuadi. “Saya sangat senang bisa diwisuda bersama teman-teman seperjuangan, serasa perjuangan selama ini terbayar tuntas,” ungkap wisudawan terbaik itu kepada Koran Lubangsa saat diwawancara perihal prestasinya menjadi anggota terbaik. Perjalanan Fuadi meraih mimpi harus melawan payah disaksikan oleh Farhan. “Saat teman-teman tidur pulas saya sering melihat Fuad belajar di kamar,” aku salah satu teman Fuadi saat ditemui salah satu kru Koran Lubangsa di kamar DKL (12/03).

Selain itu, Kholaf Al-Muntadar selaku ketua lembaga Darul Kutub Lubangsa menyampaikan bahwa Kiai Muhammad ‘Ali Fikri terlihat sangat senang melihat anggota DKL yang saat ditanyakan oleh penguji, dan pertanyaannya dijawab dengan lugas dan sempurna. “Saya melihat pengasuh tersenyum melihat anggota DKL menjawab pertanyaan dari penguji dengan sangat lugas. Terlebih lagi yang paling memuaskan adalah ketika anggota DKL yang salah satunya hafal alfiyah seribu bait lengkap dengan murodnya, ada yang hafal seribu bait tanpa murod, dan ada yang hafal Ímrithi tapi mau dites hafalan bolak balik dari depan ke belakang atau dari belakang ke depan semuanya menjawab tantangan dengan memuaskan. Ini pencapaian luar biasa untuk DKL yang masih seumur jaagung.” Ujarnya.

Tak hanya itu dia juga beranggapan tes lisan lebih menjamin kemampuan anggota daripada tes tulis. “Tes tulis tidak menjadi jaminan kemampuan anggota, karena bisa saja ada manipulasi, kalau tes lisan sudah pasti lebih menjamin, karena langsung dijawab spontan dengan pengetahuannya sendiri.” Tambahnya. Dirinya juga berharab agar acara Sidang Terbuka dan Wisuda I ini tak hanya jadi tontonan belaka, namun juga menjadi motivasi kepada santri yang lain. “Acara ini bukan tontonan belaka, lebih dari itu acara ini sebagai motivasi kepada santri Lubangsa untuk lebih giat belajar di bidang kitab yang hari ini mulai terlupakan,” ujarnya kepada salah satu kru Koran Lubangsa di depan kamar DKL.

Lebih lengkap, Mohammad Ainor Rido’ie berharap kepada santri Lubangsa pada umumnya mempertahankan orientasi yang bersifat kitabiyah. “Santri Lubangsa bisa melestarikan kitabiyah, dan kepada anggota DKL saya berharap agar menciptakan nuansa kitabiyah yang fun dalam ilmu alat dan fiqh,”ujar penasehat DKL itu kepada Koran Lubangsa di kantor DKL. Selain itu, Muayyasyi selaku wali kelas 4 dengan penuh harap agar acara Sidang Terbuka dan Wisuda 1 ini bisa kembali digelar di tahun depan. “Harapan saya hanya satu, yaitu acara ini bisa kembali digelar tahun depan dan terus digelar setiap tahunnya.” pungkasnya.


Penulis: Imam Tabroni

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak