Pengurus Bimbing Santri Baru Lebih Awal

0
293

Pengurus Harian Lubangsa pada Jum’at (22/7) malam sukses mengumpulkan santri baru yang berjumlah 180 orang di Aula Lubangsa. Semua santri baru diharapkan mendapatkan bimbingan lebih awal terkait kepesantrenan.

Kegiatan yang dilaksanakan setelah hadiran Isya’ itu mendapat tanggapan yang serius dari semua santri baru, sehingga dalam pelaksanaannya, santri baru memadati Aula Lubangsa. Pengurus Harian, Ahmad Munawwir MF, memberikan banyak arahan pada santri baru, termasuk gaya hidup (life style) mulai dari berkopiah dan berbusana saat keluar pesantren. “Perkembangan zaman yang semakin hari mengubah segala aspek, ini sangat mengubah cara berfikir dan bertindak termasuk dalam hal berpakaian, lebih-lebih ketika keluar pesantren,” ungkapnya.

Pengurus Bimbing Santri Baru Lebih Awal

Selain itu, ia sangat berharap pada santri agar saat bertegur sapa dengan sesama santri lebih mengedepankan tutur bahasa yang baik. “Karena sampeyan sudah dimondokkan dan tentu semua sikap harus diubah, berbicara dengan teman dan berbicara dengan orang tua. Siapa yang bangga jika kita sudah bersikap demikian? Tentu orang tua,” katanya saat memberikan sambutan pada santri.

Tidak hanya itu yang disampaikan oleh pengurus Harian. Aturan berupa tidak boleh makan, bergurau, dan keluar saat jam belajar juga menjadi fokus bimbingan. Bahkan, Pengurus asal Pasongsongan tersebut juga menegaskan bahwa aturan kepesantren yang lain akan disosialisasikan saat Orientasi dan Pembinaan Santri Baru (Opsaba) dalam waktu dekat.

Pengurus Bimbing Santri Baru Lebih Awal

Ali Hisyam, Ketua Pengurus, memberikan suntikan semangat bagi santri baru dalam belajar di Pondok Pesantren Lubangsa, salah satunya dengan memberikan gambaran tentang kesederhanaan dan kemandirian santri. “Santri itu sangat sakral dan dikagumi oleh masyarkat, hal ini patut bagi kita santri untuk menjaganya. Mari belajar taat meski berat, belajar sabar meski sukar, belajar rela walau tak suka,” ungkapnya di depan santri baru itu.


Penulis : Misbahul Munir

Editor : Abd. Muqsith

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak