Pengurus Bimsus Diniyah Perkuat Basis

0
500

Sudah tiga bulan  berjalan, Bimbingan Khusus (Bimsus) Madrasah Diniyah Baramij al-Tarbiyah Wa al-Ta’lim (MD. BTT), Pondok Pesentren Annuqayah daerah Lubangsa semakin tampak rinai-rinai kesuksesannya.

Untuk memaksimalisasi proses Bimsus yang berada di bawah naungan MD. BTT itu, pada Ahad (05/2) malam, pengurus Bimsus berkumpul di kantor MD. BTT untuk membicarakan intruksi pengasuh terkait mekanisme bimsus.

Masyhuri Drajat, Mudir MD. BTT menjelaskan bahwa intruksi pengasuh  yang diterima itu berisi mikanisme pembelajaran Bimsus yang lebih ditekankan pada pembahasan yang paling mendasar seperti pembahasan tentang thaharah dan salat.

Selain itu, pihaknya memaparkan dalam paruh perjalanan Bimsus semua guru sudah dapat membaca kemampuan santri dari target yang ingin capai dari Bimsus. “Ini agar siswa benar benar berhasil dari prosesnya,” ungkap Masyhuri Drajat.

Misbahul Munir, Nadir Ulya, MD. BTT berpendapat bahwa setidaknya guru bimsus terus melakukan upaya-upaya yang bermuara pada keberhasilan siswa yang sesuai dengan misi pengasuh. “Bisa kita lakukan ini dengan cara setiap guru punya catatan masing-masing siswa, misalkan si A sudah hafal ini, si B sudah hafal itu,”ujarnya.

Selain daripada itu, ia menambahkan bagi siswa yang tidak hafal dan bolos sekolah akan mendapat ganjaran. “Terserah, kita atur bagaimana aturannya nanti, entah dihukum secara edukatif atau lainya,”imbuhnya.

Khalili, Mantan Ketua Seksi Pendidikan, Pengajaran dan Pengembangan Keilmuan selaras dengan yang disampaikan Munir (sapaan Akrab Misbahul Munir) dengan menharuskan setiap guru punya catatan masing-masing siswa. “Barangkali tidak hanya catatan yang kemarin itu (buku penilain setaip siswa, Red) itu, dan bisa dibuat yang lebih simpleks dengan satu folio yang mengcover semua siswa di kelasnya, saya kira lebih mudah dan lebih praktis,” ungkapnya.

Beberapa tawaran yang disampaikan oleh guru dan pemangku kebijkan MD. BTT, Masyuri menyepakati tawaran tersebut. Namum, ia meminta agar A’malul Yaumiyah wajib dibawa dan dibaca oleh siswa bimsus sebelum pembelajaran dimulai saban harinya.

“Untuk target hafalannya adalah doa maktubah (doa setelah solat lima waktu, Red), yang hafal dicatat dan diakhir preode bisa ditakrir (diulang-ulang, Red) yang penilaiannya nanti bisa masuk ke buku jurnal yang telah kita buat sebelumnya,” ungkap Mudir Diniyah itu.

Sementara, bagi santri yang bolos bimsus, peserta rapat sepakat untuk dihadapkan kepada Bimbingan Konseling untuk diberikan stimulus atau perjajian secara tertulis, dengan jumlah ketidak hadiran lebih dari tiga hari atau tiga pertemuan. Jika terjadi pelanggaran sama yang berulang-ulang maka akan ditindak dengan hukuman edukatif berupa menulis ayat-ayat al-Quran. “Bisa dengan menulis Juz Amma itu, dari depan atau dari balakang,” tegaskan Masyhuri Drajat.


Penulis : Misbahul Munir

Editor   : Saifil Mu’iz

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak