Pengurus BK Tangani Santri Baru Tidak Kerasan

0
326

Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, pengurus Bimbingan dan Konseling (BK) beberapa hari ini telah menangani beberapa santri baru yang tidak kerasan.

Menurut Abd. Basith Ketua Seksi BK mengatakan bahwa kini jumlah santri baru yang tidak kerasan mencapai 7 orang dan sebagian orang sudah berhenti. Ada beberapa data yang dihimpun oleh pengurus BK setelah dilakukan identifikasi penyebab santri baru dan santri lama tidak kerasan. Salah satunya, sering ingat orangtua, broken home, dan semacamnya.

 “Santri tidak kerasan sudah biasa terdapat di berbagai pondok manapun, namun saya tetap berharap bagaimana santri yang ada baik baru maupun yang sudah lama bisa kerasan sampai menyelesaikan jenjang pendidikannya di pondok pesantren khususnya Lubangsa,” Ungkap Masyhuri Drajat, Ketua Pengurus itu.

Hal ini senada disampaikan oleh anggota Bimbingan Konseling (BK) Syauqi. “Sudah beberapa hari ini saya sudah berusaha memberikan yang terbaik, agar santri baru bisa kerasan dan saya sangat berharap betah,” ujarnya.

Pengurus pesantren, terutama seksi BK terus melakukan usaha-usaha baik perbaikan mental dan kenyamanan fasilitas di pondok pesantren.“Bahkan santri baru saat ini sudah mendapatkan fasilitas beda dengan santri lama. Lemari, kamar baru sudah tersedia dengan baik dan tertata rapi yang ada di bawah aula Lubangsa. Tidak ada kata tidak kerasan bagi santri baru,” Imbuhnya santri asal Ambunten.


Penulis       : M. Fathor Rozi

Editor         : Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak