Pengurus Iksaj Adakan Praktik Penyelesaian Jenazah

0
360

Pengurus Pendidikan Ikatan Santri Annuqayah Jawa (Iksaj) merealisasikan salah satu programnya, yaitu Praktik Penyelesaian Jenazah. Acara ini dilaksanakan pada Senin (27/2) pukul 20:00-22:15 WIB bertempat di Aula Lubangsa.

Acara ini diikuti oleh 51 orang yang terdiri seluruh pengurus dan anggota Iksaj. Sedangkan penyaji pada acara ini juga adalah al-Ustadz Mitsqala Karim yang merupakan salah satu alumni PP. Annuqayah daerah lubangsa.

Abd. Wafi Kordinator Pengurus Pendidikan menyebutkan bahwa tujuan dari acara ini adalah sebagai pengetahuan baru, khususnya bagi anggota Iksaj agar tahu dan memahami bagaimana tata cara menyelesaikan jenazah dan dapat diaplikasikan ketika berada di masyarat nanti.

Lebih lanjut, beberapa faktor yang mendukung terhadap kegiatan tersebut, salah satunya peserta bisa dengan cepat memahami tata cara penyelesaian jenazah dengan baik dan benar.

“Faktor utamanya dari penyaji yang secara komunikatif menyampaikan tata cara menyelesaikan jenazah tersebut,” ungkap santri asal Kalisat, Jember tersebut.

Ketua Iksaj, Ach. Zaini Munhais berharap acara Praktik Penyelesaian Jenazah sebagai bekal pengetahuan baru dalam mengurus jenazah sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Nabi dan seusai acara ini juga dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk meng-share pemaparan penyaji.

“Karena di backround ada kata praktik, maka kami upayakan adanya praktik di kemudian hari yang akan melibatkan seluruh pengurus senior untuk membimbing mereka,” tambahnya.

Rencana Tindak Lanjut

Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dilaksanakan mulai tanggal 04-08 Maret 2016 yang bertempat di Bilik Blok C nomor 05 dan dibagi menjadi lima kelompok dengan masing-masing kelompok berkisar 10-11 orang.

Moh. Romli Firdaus, Pengurus senior Iksaj mengapresiasi penuh atas dilasanakannya RTL tersebut. Menurutnya, ilmu tentang menyelesaikan jenazah tidak hanya sebagai pengetahuan saja, melainkan dibarengi dengan praktik. Disamping itu, dia bersama pengurus senior yang lain menambah bagaimana tata cara mensalati dan bacaannya.

“Karena di penyajian hanya dijelaskan sedikit tentang mensalati jenazah, maka saya bersama pengurus yang lain sepakat untuk menambah materi praktik dengan bacaan dalam sholat jenazah beserta doanya,” ungkap mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi, Instik Annuqayah tersebut.

Di lain hal, al-Ustadz Mitsqala Karim, berkomentar bahwa kegiatan Praktik Penyelesaian Jenazah ini perlu diadakan sebuah lembaga, lebih-lebih pesantren, agar para santri mengetahui tentang menyelesaikan jenazah dengan benar.

“Mulai dari mengkafani sampai mengantarnya pada liang lahat, kalau seumpamanya santri tidak tahu, kan malu.” Tutur Beliau mengakhiri.


Penulis : Romli Firdaus

Editor  : Misbhul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak