Pentas Kolaborasi Meriahkan Malam Puncak Festival Ikstida Cerdas

0
83
Penampilan Rokat Pandhaba

Lubangsa_Pada Kamis malam(25/03) usai pembacaan shalawat bersama di masjid Jami Annuqayah, terlihat beberapa santri (Panitia FIC,red) sedang sibuk menyiapkan kegiatan puncak dari berbagai rangkaian kegiatannya, yakni pentas kolaborasi otonom organisasi daerah Ikstida. “Beberapa Kegiatan telah kami laksanakan dalam Festival Ikstida Cerdas (FIC) dan pada malam hari ini merupakan kegiatan puncak yang diisi dengan pentas kolaborasi komunitas atau sanggar di masing masing otonom Ikstida-komunitas Persi dengan Kompas sedangkan Sanggar Pangeran berkolaborasi dengan Sanggar Pasir,” ujar ketua panitia, Abd. Mughni di tengah kesibukannya menyiapkan pementasan.

Kegiatan pada malam itu dihadiri oleh seluruh anggota Ikstida dan sebagian penikmat teater Lubangsa. Selain itu, ada deklamasi puisi yang diisi oleh panitia dan para penonton mengawali kegiatan pementasan. Setelah itu, Pemandu Acara kembali memandu jalan pementasan dengan naskah Rokat Pandhabha sebagai lakon pertama pementasan. “Lakon ini menceritakan tentang asal muasal adanya tradisi Rokat Pandhabha di tengah-tengah masyarakat madura khususnya Timur Daya, sebagai salah satu daerah yang kental dengan tradisi tersebut,” ungkap Fahrurrazi sekaligus sang sutradara pada pementasan yang pertama.

Selang beberapa waktu, naskah yang  berjujdul bhako  menjadi pementasan kedua setelah lakon Rokat Pandhabha selesai dan Penampilan yang kedua ini di sutradarai oleh Amil Rofiki, “Dengan ada nya pementasan naskah ini, saya mengharapkan bahwa penonton  dapat memahami tentang proses para petani tembakau yang tidak hanya sebatas mencari penghasilan atau bercocok  tanam saja, melainkan ada nilai religius yang terkandung didalamya, seperti adanya selametan sawah dan lain sebagainya,” Ujar sang sutradara, “Sehingga tembakau yang di tanam dapat di panen dengan maksimal dan menuai barokah dari sang Pencipta.” Imbuhnya.

Pementasan yang berlangsung selama 2 jam itu di akhiri dengan evaluasi bersama dan makan bareng yang diikuti oleh seluruh aktor pementasan dan sebagian penoton, “Senang rasanya bisa menonton acara dari awal sampai akhir pementasan yang di tampilkan oleh sanggar atau komunitas di Ikstida, dan saya harap orda Ikstida bisa menampilkan aksi-aksi yang lebih keren lagi kedepannya.” Ujar Syarif Hidayatullah saat di temui setelah acara pementasan selesai.


Penulis: El-Kafie

Editor: Moh. Ali Fikri

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak