Pentas Seni Hari Ibu dan Kampanye Daur Ulang Sampah

0
786
Seluruh santri menyalakan lilin saat Paduan Suara Lubri membawakan lagu Ibu.

 

Lubangsa Putri-Pengurus Kesenian PP. Annuqayah Lubangsa Putri rayakan Hari Ibu dengan menggelar Pentas Seni pada Senin, 22 Desember 2019. Pengurus Kesenian bekerjasama dengan komunitas yang berada di bawah naungan Pengurus Kesenian, di antaranya, Klub Salawat Al-Banjari Lubangsa Putri, Paduan Suara Lubri (PSL), Sanggar al-Zalzalah, Tim Tata Rias Manten, dan Creative House.

Nur Hayati, Koord. Sei. Kesenian, mengungkapkan, momen Hari Ibu dijadikan kesempatan olehnya untuk menampilkan karya-karya yang dimiliki oleh komunitas yang dinaungi Pengurus Kesenian. “Karya-karya calon Ibu,” ungkapnya. “Untuk konsep panggung, sebagian bahan-bahannya kami buat dari bahan yang dapat didaur ulang. Untuk mengumpulkan bahan-bahan itu, kami bekerjasama dengan Pengurus Kebersihan dan seluruh santri untuk mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang,” lanjutnya.

Masing-masing komunitas menampilkan performa terbaiknya dalam Pentas Seni Hari Ibu. Klub Salawat Al-Banjari membawakan beberapa salawat, baik yang bertemakan Ibu ataupun tidak. Begitupun dengan PSL, komunitas ini melantunkan beberapa lagu pilihan bertemakan Ibu. Sanggar Al-Zalzalah menampilkan teater bertema serupa. Sedikit berbeda dengan komunitas yang lain, anggota Creative House menyuguhkan sebuah kostum unik yang diolah dari bahan-bahan plastik dan sampah organik.

“Ada 5 kostum yang dibuat oleh anggota Creative House. Kostum yang terbuat dari kulit jagung, dari daun, dari plastik, koran, dan bungkus makanan ringan. Setiap kostum dibuat oleh kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Kami juga memilih model untuk memperagakan kostum yang kami buat itu. Make over model itu dari Tim Tata Rias Manten Lubri,” terang Vina Alvina Nur Amalia, salah satu designer kostum dan anggota Creative House.


Penulis: Nur Fadiah Anisah

Editor: Nuri Kh. Nafisah

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak