Peringatan Maulidu al-Rasul PPA. Lubri

0
163
KH. Imam Bonjol Jauhari saat menyampaikan tausiah pada acara peringatan Maulidu al-Rasul PPA. Lubri. (30/10/20) Foto: PP.

Lubangsa Putri- Setelah melaksanakan beberapa lomba selama satu minggu, akhirnya pada Jumat, 30 Oktober 2020, diselenggarakanlah penutupan acara perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan peringatan Maulidu al-Rasul yang bertempat di halaman PP. Annuqayah Putri.

Acara yang merupakan Refleksi hari kelahiran nabi ini menghadirkan penceramah yang masih berasal dari keluarga Pengasuh PPA. Lubri Sendiri. Yaitu, KH. Imam Bonjol Jauhari, suami dari Nyai Istifadah, putri ketiga dari almarhum KH. A. Warist Ilyas dan almarhumah Nyai Hj. Nafisah Khalid.

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu ditampilkan beberapa lagu salawat oleh Club Shalawat Al-Banjari Lubangsa Putri. Baru kemudian acara dimulai oleh dua pembawa acara yang kebetulan pada acara kali ini  menggunakan teks bahasa madura.

Usai pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh Saudari Lathifah dan pembacaan salawat Nabi oleh Club Shalawat Al-Banjari, lalu disampaikan laporan acara oleh ketua Panitia, Ustazah Siti Zaitunah. Ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara ini dengan lancar mulai dari pembukaan hingga penutupan. Kemudian menghaturkan terima kasih kepada para pengasuh atas rekomendasi yang telah diberikan terhadap acara ini, serta mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba.

Dilanjutkan dengan sambutan pengasuh oleh K. Muhammad Shalahuddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa hal terkait resolusi jihad yang berhasil menghantarkan kemerdekaan negara Republik Indonesia yang berhubungan erat dengan perjuangan para pengasuh PP. Annuqayah terdahulu.

Akan tetapi, inti dari acara ini adalah refleksi Maulid Nabi yang didalamnya berupa tausiah oleh KH. Imam Bonjol Jauhari.

“… indikator cinta kepada Nabi ialah 3 tandanya: 1. Harus mendahulukan omongan kekasihnya, tidak boleh yang lain (Nabi); 2. ­al-Shadiqu al-Amin 3. Memperioritaskan rida kekasih ketimbang rida yang lain…” ujar beliau di pertengahan tausiahnya.

Sesudah doa dibacakan oleh beliau di akhir tausiahnya, lalu diteruskan dengan pemberian kenang-kenangan kepada beliau.

Kemudian penampilan syair kenabian yang dibawakan oleh Paduan Suara Lubangsa Putri (PSL) menjadi acara sebelum acara terakhir yaitu penutup.


Penulis: Dananil Qayyum

Editor: Nurul Iman

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak